Kamis, 28 Januari 2016

Sejarah ituu.....


Blog ini sudah cukup banyak membahas materi berkenaan dengan sejarah. Namun, apakah kalian tahu sejarah itu apa? Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan tentang apa itu sejarah. Happy reading!

Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan.

Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.

Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.


Ada banyak pendapat mengenai pengertian sejarah. Berikut sejarah menurut beberapa ahli :


1. Pengertian Sejarah Oleh W.J.S Poerwordaminta
        Dalam kamus Umum bahasa Indonesia oleh bahwa terdapat tiga pengertian sejarah yaitu:
    1. Seluruh kesusasteraan lama, silsilah dan asal usul
    2. Kejadian yang benar benar terjadi di masa lampau
    3. Ilmu pengetahuan, cerita pembelajaran tentang pengetahuan

2. Pengertian sejarah menurut Norman E. Cantor
    Pengertian sejarah adalah studi tentang apa yang telah diperbuat, dikatakan dan dipikirkan oleh   manusia pada masa lampau

3.Pengertian sejarah menurut R.Mohammad Ali
   Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
   1. Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
   2. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
   3. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

4. Pengertian sejarah menurut Ibnu Khaldun (1332-1406)
    Pengertian sejarah menurut sejarawan muslim ini bahwa pengertian sejarah adalah rekaman perputaran masa dan pergantian kekuasaan yang terjadi pada masa lampau bila dilihat dari sisi luar, dan sejarah apabila dilihat dari sisi dalam adalah suatu studi dan penalaran kritis dan usaha cermat untuk mencari kebenaran. Dalam pengertian sejarah ini, diartikan bahwa sejarah merupakan suatu penjelasan yang cerdas tentang sebab dan asal usul segala sesuatu ataupun suatu pengetahuan mendasar tentang bagaimana dan mengapa peristiwa peristiwa itu terjadi. Dalam pengertian sejarah oleh Ibnu Khaldun ini anda tidak boleh melihat bahwa mencari kebenaran hanya dengan mengumpulkan fakta fakta saja akan tetapi menalarkan fakta yang ada.

5. Pengertian sejarah menurut Edward Hallet Carr
    Pengertian sejarah adalah suatu proses interaksi terus menerus antara sejarawan dengan fakta fakta yang ada padanya atau suatu dialog yang tidak ada hentinya antara masa sekarang dan masa lampau. Hal yang harus anda perhatikan dalam pengertian sejarah ini adalah adanya kontinuitas atau berkesinambungan. Kontinuitas yang dimaksud dalam pengertian sejarah ini adalah bahwa apa yang terjadi pada masa sekaran merupakan kelanjutan dari apa yang terjadi pada masa lampau.

6. Pengertian Sejarah Menurut Kuntowijoyo
    Pengertian sejarah menurut Kuntowijoyo ada dua yaitu pengertian sejarah secara positif dan pengertian sejarah secara negatif. Pengertian sejarah secara positif yaitu ilmu tentang manusia , tentang waktu , tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial dan ilmu tentang sesuatu yang terinci dan tertentu. Sedangkan, pengertian sejarah secara negatif adalah bukan mitos, filsafat, bukan ilmu alam dan bukan sastra.
    Dalam pengertian sejarah ini kita harus memahami bahwa sejarah menyuguhkan fakta secara diakronis, unik, empiris dan ideografis.
    Sejarah bersifat ideografis karena sejarah menggambarkan, memaparkan, dan menceritakan sesuatu. Sementara itu sejarah bersifat diakronis karena berhubungan dengan perjalanan waktu.
    Sejarah bersifat unik karena berisi hasil penelitian tentang hal-hal yang unik dan secara khas hanya berlaku pada sesuatu. bukan hanya itu, sejarah juga bersifat empiris, yaitu sejarah berpegang teguh pada pengalaman manusia yang benar benar terjadi terjadi.

7. Pengertian Sejarah Menurut J.V. Bryce
    Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

8. Pengertian Sejarah Menurut W.H. Walsh
    Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia pada masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

9. Pengertian Sejarah Menurut Patrick Gardiner
    Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

10. Pengertian Sejarah Menurut Roeslan Abdulgani
      Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan pada masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

11. Pengertian Sejarah Menurut Moh. Yamin
      Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

12. Pengertian Sejarah Menurut Thomas Carlyle
      Sejarah sebagai peristiwa masa lalu yang mempelajari biografi orang-orang terkenal dimana mereka berperan sebagai penyelamat pada zaman mereka. Mereka adalah orang-orang besar yang pernah dicatat sebgai pembawa perubahan pada masa kini.

13. Pengertian Sejarah Menurut Collingwood
      Sejarah adalah ilmu atau sebuah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang perilaku manusia pada masa lampau

Jadi sebenarnya sejarah itu apa? Dari kutipan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sejarah itu adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia pada masa lalu, memiliki bukti ilmiah yaitu peninggalan berupa artefak maupun fosil, yang memiliki sifat diakronis, unik, empiris dan ideografis. Itulah pengertian sejarah menurut saya. Kamu pun juga dapat menyimpulkannya sendiri. Mungkin kamu juga dapat masuk ke deretan orang diatas yang memberikan pengertian tentang sejarah. Mengapa tidak?

Sumber
id.wikipedia/wiki/sejarah
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/08/6-pengertian-sejarah-menurut-para-ahli-lengkap.html
https://sejarahsingkatind.wordpress.com/2011/03/21/pengertian-sejarah-dan-ilmu-sejarah-3/
http://www.kajianteori.com/2013/09/pengertian-sejarah.html 

Selasa, 26 Januari 2016

M.E.S.O.L.I.T.I.K.U.M - Zaman Batu #2

Pada kesempatan kali ini gue bakal bawa materi baruuu. Masih muter muter sama Zaman Batu -karena materinya masih itu. Semoga aja ga bosen. zaman yang bakal dibahas adalah zaman setelah zaman paleolitikum. Penasaran? Pasti nggak. Enjooy/?


Mesolitikum atau Zaman Batu Madya atau Zaman Batu Tengah (Bahasa Yunani: mesos "tengah", lithos batu) adalah suatu periode dalam perkembangan teknologi manusia, antara Paleolitik atau Zaman Batu Tua dan Neolitik atau Zaman Batu Muda. Istilah ini diperkenalkan oleh John Lubbock dalam makalahnya "Zaman Prasejarah" (bahasa Inggris: Pre-historic Times) yang diterbitkan pada tahun 1865.
Zaman mesolitikum adalah zaman di mana manusia masih menggunakan batu sebagai alat dalam kegiatan sehari – harinya. Zaman mesolitikum sendiri disebut dengan zaman batu tengah dan terjadi pada masa holsen sekitar 10. 000 tahun yang lalu.
Pada zaman mesolitikum, manusia hidup tidak jauh berbeda dengan zaman paleolitikum, yaitu dengan berburu dan menangkap ikan. Namun, pada masa ini manusia lebih cerdas dibandingkan dengan para pendahulunya. Manusia pada masa itu mulai mempunyai tempat tinggal agak tetap dan bercocok tanam secara sederhana. Tempat tinggal yang mereka pilih umumnya berlokasi di tepi pantai (kjokkenmoddinger) dan goa-goa (abris sous roche) sehingga tidak heran di tempat tersebut banyak ditemukan peninggalan – peninggalan pra sejarah.
Kjokkenmoddinger diambil dari bahasa Denmark, yaitu kjokken yang berarti dapur dan modding yang berarti sampah. Jadi, Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur. Dalam pengertian yang sebenarnya Kjokkenmoddinger adalah fosil yang berupa timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput sehingga mencapai ketinggian ± 7 meter. Fosil ini ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatera, yakni antara daerah Langsa hingga Medan. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa manusia purba pada zaman ini sudah mulai menetap.
Sedangkan Abris sous roche adalah goa menyerupai ceruk batu karang yang digunakan manusia sebagai tempat tinggal. Ceruk-ceruk di dalam batu karang memberikan perlindungan terhadap hujan dan panas. Di dalam dasar gua ini didapatkan banyak peninggalan kebudayaan, dari jenis paleolitikum sampai permulaan neolitikum, tetapi sebagian besar dari zaman mesolitikum.
Penyelidikan pertama terhadap abris sous roche dilakukan oleh van Stein Callenfels di Gua Lawa dekat Sampung (Ponorogo, Madiun), dari tahun 1928-1931. Alat-alat yang ditemukan banyak sekali macamnya : alat-alat bantu, seperti ujung panah dan flakes, batu-batu penggilingan, kapak-kapak yang sudah diasah, alat-alat dari tulang dan tanduk rusa, dll.
Dibandingkan dengan zaman batu sebelumnya, pada zaman ini manusia mulai mengalami perkembangan budaya yang lebih cepat. Perkembangan budaya yang cepat ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah keadaan alam yang lebih stabil. Akibatnya, manusia pada zaman ini hidup dengan lebih tenang, sehingga mereka bisa mengembangkan kebudayaannya. Salah satu perkembangannya adalah manusia pada zaman itu sudah mempunyai kemampuan membuat kerajinan gerabah dari tanah liat.
Mereka juga sudah mulai bercocok tanam meskipun dengan cara yang masih sederhana. Manusia purba pada masa ini masih menggunakan alat – alat yang diambil dari tulang dan tanduk hewan untuk digunakan dalam kehidupan sehari – hari seperti pada masa mengumpulkan makanan tingkat awal atau paleolitikum.
Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa ciri zaman mesolitikum adalah :

1. Manusia di zaman ini sudah tidak lagi nomaden atau menetap di gua, maupun di pantai.
2. Manusia zaman ini sudah mengumpulkan makanan dan bercocok tanam.
3. Manusia zaman ini sudah bisa membuat kerajinan dari gerabah.

Menurut penelitian para ahli sejarah, manusia yang hidup pada zaman mesolitikum adalah Ras Melanosoide. Ras Melanesia atau disebut juga dengan Papua Melanosoide merupakan rumpun bangsa Melanosoide/Ras Negroid. Bangsa ini merupakan gelombang pertama yang berimigrasi ke Indonesia dan berasal dari daratan Asia tepatnya di Yunan Utara bergerak menuju ke Selatan memasuki daerah Hindia Belakang (Vietnam)/Indochina dan terus ke Kepulauan Indonesia. Bangsa Melanisia/Papua Melanosoide yang merupakan Ras Negroid memiliki ciri-ciri antara lain kulit kehitam-hitaman, badan kekar, rambut keriting, mulut lebar dan hidung mancung. Bangsa ini sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa keturunannya seperti Suku Sakai/Siak di Riau, dan suku-suku bangsa Papua Melanosoide yang mendiami Pulau Irian dan pulau-pulau Melanesia.
Zaman mesolitikum meninggalkan hasil kebudayaan. Hasil kebudayaannya antara lain :

1.       Pebble (kapak genggam)
Biasa disebut dengan kapak Sumatera karena kapak ini paling banyak ditemukan lokasinya di pesisir timur Sumatera yaitu antara Langsa dan Medan. Para arkeolog menyebutnya dengan pebble. Terbuat dari batu kali yang dipecah atau dibelah. Sisi luarnya yang sudah halus dibiarkan, sedangkan sisi dalamnya dikerjakan lebih lanjut, sesuai kebutuhan.

2.       Hache cource (kapak pendek)
Kapak ini hanya ada di zaman mesolitikum. Bentuknya kira-kira setengah lingkaran, dan seperti halnya kapak genggam dibuat dengan memecahkan batu, dan tidak diasah. Bagian yang tajam terdapat pada sisi lengkung.

3.       Pipisan (batu-batu penggiling)
Di bukit-bukit kerang (kjjokenmoddinger) ditemukan  batu-batu penggiling beserta landasannya. Pipisan  ini ternyata tidak hanya digunakan untuk menggiling makanan tetapi digunakan juga untuk menghaluskan cat merah. Adapun kegunaan dari cat merah itu belum diteliti secara pasti, tetapi ada kemungkinan pemakaiannya berhubungan dengan  keagamaan/sihir, dimana merah merupakan darah sebagai tanda dan sendi kehidupan. Cat merah diulaskan ke badan  memiliki maksud agar bertambah kekuatan  dan tenaga hidupnya

4.       Flakes
Flakes adalah serpihan-serpihan yang terbuat dari batu-batu biasa tetapi ada juga yang dari batu berwarna/caldeson. Berbeda dengan kapak genggam, flakes ini berukuran lebih kecil dan tajam.
Peralatan ini terutama ditemukan di sekitar daerah Sangiran, Pacitan, Ngandong(Jawa), Lahat(Sumatera), Sumbawa, Sulawesi, dan Flores. Flakes ini berfungsi untuk menguliti hewan buruan,mengiris daging atau memotong umbi-umbian. Jadi fungsinya mirip dengan pisau sekarang.

5.       Sampung Bone Culture
Sampung Bone Culture merupakan istilah dari benda-benda yang terbuat dari tulang hewan. Diberi nama Sampung Bone Culture karena pertama kali ditemukan di Gua Lawa, Sampung, Ponorogo. Benda-benda dari tulang ini juga ditemukan di gua Besuki, Bojonegoro(Jawa Timur), pulau Timor dan Rote, dan di gua Leang Patae, Lomoncong,   Sulawesi Selatan yang pendukungnya adalah suku Toala yang sampai sekarang masih ada.
Alat-alat dari tulang ini digunakan untuk berburu, tidak sedikit yang digunakan sebagai mata anak panah.

6.       Lukisan dinding
Pada zaman mesolitikum ditemukan lukisan di sekitar Teluk Triton dan Teluk Bisyari, Distrik/Kecamatan Kaimana atau di sekitar Kampung Maimai, Sisir, dan Namatota. Lukisan-likisan ini masih menyimpan misteri dan keunikan yang seakan menceritakan suatu jaman dengan suatu kehidupan tertentu. Daya tarik Kaimana Rock Painting ini terletak pada letak dan bahan pewarna yang digunakan. Letak lukisan-lukisan ini terdapat pada tebing-tebing batu yang tinggi dan secara akal sehat manusia tidak mungkin dijangkau-apalagi teknologi jaman itu. Bahan cat atau pewarna yang digunakan hingga kini masih misteri, umumnya lukisan-lukisan ini berwarna merah darah dan hingga hari ini tak pudar dimakan jaman.
Lukisan dinding di Kaimana memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dengan lukisan dinding yang terdapat di Kokas dan Raja Ampat, terutama dari segi kekayaan motifnya. Jika di Kokas dan Raja Ampat umumnya bermotif tapak tangan (finger-print), di Kaimana bukan saja finger print tapi ada lukisan ikan, binatang, tengkorak, matahari.

Gallery                

absis sous roche (commons.wikimedia.org)
               
Pebble (jawara1.wordpress.com)
sampung bone culture (tamanmacah.blogspot.com)

pipisan (ucocompact.blogspot)

lukisan dinding gua (ferdi2end.blogspot.com)


kkjokenmoddinger (akademi-kuliah.blogspot.co.id)















sumber                                                              
http://kakakpintar.com/pengertian-ciri-ciri-zaman-mezolitikum-manusia-pendukung-serta-hasil-kebudayaan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Mesolitikum
http://sejarahsenirupa.blogspot.co.id/2012/06/kesenian-indonesia-zaman-mesolitikum.html



Life Experience - Farewel Trip With Xeracion De Seis

                15 tahun sudah aku hidup di muka bumi. Bukan watu yang sebentar, tapi belum pantas untuk dibilang lama. Pengalaman yang didapat mungkin baru segelas air dari lautan yang begitu luas. Pahit manisnya dunia yang kurasakan belum seberapa, tapi ketika mengalaminya seolah kita sudah tahu semua isi dunia.
                Salah satu peristiwa yang paling membahagiakan itu. Ah, membayangkannya saja sudah buat senyum di bibir ini merekah. Mungkin terlihat sepele, tapi entah kenapa ini selalu membuatku bahagia saat mengingatnya.
                Kejadian ini berlangsung ketika aku kelas 9 SMP. Detik detik terakhir keberadaanku di jenjang SMP. Untuk sekolah ku yang hanya punya satu kelas di setiap level, aku akan selalu sekelas dengan orang yang sama selama tiga tahun. Saat itu tahun terakhirku. Entah berapa banyak kenangan yang kami buat. Bercanda, tertawa, tersenyum, marah, bahkan menangis. Banyak sekali hal yang membahagiakan bersama mereka. Sekelas selama tiga tahun bagaimana tidak. Untung saja aku tidak muntah karena melihat muka mereka setiap hari. Hahaha.
                Hari itu 13 Mei 2015. Hari yang sudah ditunggu – tunggu. Hari ini kami akan melakukan perjalanan menuju ke daerah Bogor. Perjalanan ini dalam rangka perpisahan sahabat yang sudah 3 tahun bersama ini. Acara ini berlangsung selama 2 hari. Hari pertama kami pergi ke Curug Nangka. Dan ini dia puncak acaranya, mendaki Gunung Salak untuk sampai ke Kawah Ratu. Bagiku, ini pertama kalinya aku naik gunung. Hal ini sudah kuimpikan sejak lama. Ibuku adalah seorang pendaki gunung saat dulu. Banyak foto nya yang membuatku iri dan ingin segera merasakan sensasi berada di ketinggian ribuan meter diatas permukaan laut.
                Hari pertama, akibat jam karet yang dimiliki sebagian besar warga Indonesia, keberangkatan yang seharusnya pukul 7 mundur jadi jam 9 pagi. Alhasil saat sampai di Curug Nangka matahari sudah sangat condong ke Barat. Istilah kerennya “kesorean” wkwk. Kami bermain dan berfoto disana. Kalau dihitung hitung kami disana hanya sekitar 1 jam. Beberapa temanku merasa kecewa dan mengeluh pada guruku. “Kurang kuraang” ujar mereka.
                Perjalanan dilanjutkan menuju tempat penginapan. Ah tidak, terlalu keren. Tempat kami menginap? Ah apa saja lah. Kami menginap di rumah guruku. Guruku punya rumah di daerah kami. Muat ya di rumah? Ah aku belum menjelaskannya kah? Jumlah murid di kelasku hanya 14 orang. Ditambah guru 5 orang jadi total 19 orang. Tidak mungkin tidak muat kan? Anak perempuan tidur di kamar sedangkan anak laki – laki memilih tidur diluar beralaskan karpet. Mau tahu alasannya? Liga champion. Kalau tidak salah malam itu akan ada pertandingan yang cukup seru. Entah apa aku tak mengerti. Maka dari itu mereka memilih tidur di luar agar bisa menonton TV sambil tidur.
                Fajar datang menyingsing. Kami bangun lalu melaksanakan sholat shubuh berjamaah. Setelah itu beberapa mandi ada juga yang melanjutkan tidurnya yang lain menonton TV. Sekitar pukul setengah 7 tukang bubur ayam lewat di depan rumah. Kami pun sarapan dengan bubur ayam. Mempersiapkan diri untuk perjalanan panjang yang akan dilalui.
                Tepat pukul 8 kami keluar rumah. Naik ke mobil untuk menuju tujuan kami selanjutnya, Gunung Salak. Di perjalanan para lelaki tertidur dengan damainya. Tentu kalian tahu mengapa. Rasa penasaran terus menghantui sepanjang jalan. Raga ini seolah tak sabar ingin segera mencapai tujuan.
                Sampailah kami disana. Tidak butuh waktu lama, hanya 15 menit. Disana kami dipandu seorang pemandu yang akan membawa kami sampai ke Kawah Ratu. Perjalanan dimulai. Baru berjalan dari tempat parkir ke gerbang masuk yang jaraknya sekitar 500 meter, temanku sudah banyak yang mengeluh. Guruku pun seolah menyindir kami. “Yang minta kesini siapa? Masa baru segini udah capek” ujarnya. Kata – kata itu seperti pecut bagi kami. Angkatan ku berisi orang – orang yang bisa dibilang bandel dan susah sekali diberi masukan. Karena itu, merekaa seolah diberi sihir dan langsung semangat.
                Perjalanan yang kami tempuh sekitar 4 KM jauhnya. Dengan medan yang becek dan tidak ada ojek. Bukan hal yang mudah untuk mencapai tujuan. Untung saja di perjalanan temanku selalu berusaha mencairkan suasana. Entah itu berlaku aneh atau membuat celetukan – celetukan lucu.
                Setelah kurang lebih 3 jam berjalan, kami sampai juga di Kawah Ratu. Indah. Anugrah tuhan yang patut dijaga dan dilestarikan. Kami hanya diberi waktu 30 menit disana karena gas beracun yang ada di kawah. Kami berfoto. Mengabadikan kenangan yang tidak mungkin terulang. Mengabadikan detik – detik kebersamaan kami.
Ada perasaan sedih terselip di hati ini bagaimana kami kedepannya? Apakah kelak kami akan tetap seperti ini. Ini menjadi salah satu pengalaman yang menyesakkan. Menyadari bahwa waktu kami hanya tinggal sebentar lagi. 2 temanku akan pindah ke daerah lain. Sulit rasanya untuk mengadakan reuni. Aku? Tinggal di asrama.
Mengingat akan kehilangan guru – guru yang kebaikannya tak terhingga. Guru – guru yang akan sulit menemukan guru sebaik mereka di tempat lain selama perjalanan turun itu yang ku pikirkan. Pikiran itu seolah menutup kenangan indah yang telah terukir tadi. Sempat kutetekan beberapa bulir air mata saat turun. Untung waktu itu hujan turun. Yah sebetulnya bukan untung. Tapi karena sedang menangis jadi hujan adalah suatu keuntungan.
Saat sampai dibawah aku langsung menuju musholla lalu tidur di salah satu pojoknya. Tidak enak ya. Mengakhiri perjalanan bahagia dengan tangisan. Jadi bisa dibilang pengalaman  ini bercampur. Antara sangat bahagia dan sangat sedih.
Setelah tidur beberapa saat kami berganti pakaian untuk kembali pulang ke rumah. Saat di mobil semua orang terlelap. Tapi aku terjaga. Entah kenapa tidak ingin mengakhiri ini semua. Ingin rasanya mengulang hari dan kembali seperti semula. Tapi kami semua bertambah tua. Seiring waktu ada kewajiban lain yang harus kami lakukan. Melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya salah satunya.
Perjalanan ini hanya sebentar. Tepi kenangan yang tersimpan dalam hati ini akan abadi. Sejauh apapun kalian pergi kuyakin kelak kita akan bertemu kembali. Entah sebagai apa. Entah siapa kita kelak.

“True Friends are Always Together In Spirit”

Xeracion De Seis

Senin, 25 Januari 2016

P.A.L.E.O.L.I.T.I.K.U.M. - Zaman Batu #1

Haiii. Sekarang di post sebelumnya gue udah pernah upload tentang zaman batu besar atau megalitikum.Sekarang gue bakal share tentang zaman yang paliiing tua. yaitu zama paleolitikum check this out!

Paleolitikum atau Zaman Batu Tua (Bahasa Inggris: Paleolithic atau Palaeolithic, Yunani:παλαιός (palaios) — purba dan λίθος (lithos) — batu) adalah zaman prasejarah yang bermula kira-kira 50.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Periode zaman ini adalah antara tahun 50.000 SM - 10.000 SM.  Periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana.
Ada pula yang memperkirakan zaman batu tua berlangsung pada masa pleistosen awal (diluvium) yaitu kira-kira pada enam ratus ribu tahun yang lalu.
                Pada zaman ini, manusia Peking dan manusia Jawa telah ada. Di Afrika, Eropa dan Asia, manusia Neanderthal telah hidup pada awal tahun 50.000 SM, manakala pada tahun 20 000 SM, manusia Cro-magnon sudah menguasai kebudayaan di Afrika Utara dan Eropa.
                Bukti dari keberadaan zaman ini adalah dengan ditemukannya fosil – fosil manusia purba yang diperkirakan berusia lebih dari 1 juta tahun yang lalu, seperti Homo Wajakensis, Meganthropus paleojavanicus, Homo Erectus dan Homo Soliensis di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo. Juga penemuan berbagai artefak seperti kapak genggam dan alat serpih.
                Ciri ciri kehidupan pada masa paleolitikum antara lain

  •  Hidupnya nomaden atau selalu berpindah-pindah tempat.
  •  Hidup dalam kelompok-kelompok kecil agar memudahkan mereka bergerak dalam mencari makanan.
  • Hidupnya sangat tergantung pada alam sekitar mereka.
  • Masih menggunakan alat-alat yang sangat sederhana untuk mendukung kegiatan mereka mencari makan. Alat yang dibuat masih dalam bentuk yang sangat kasar, contohnya kapak genggam yang berfungsi untuk memotong, menggali dan menguliti binatang.
  • Masih menggunakan bahasa yang sederhana untuk berkomunikasi.
  • Belum mengenal seni
                                Zaman paleolitikum dibagi menjadi 3 periode yaitu :

1. Zaman paleolitikum tua
Periode ini merupakan periode pertama kali manusia berkembang ke arah yang lebih berbudaya kira-kira 15.000 tahun yang lalu. Pada masa ini muncul peralatan dari batu yang dibuat dengan sistem benturan, yaitu dengan membenturkannya pada batu lain yang lebih keras. Bukti-bukti yang ditemukan dibeberapa tempat, misalnya di dekat danau Turkana, di Kenya, dan di Etiopia Selatan dan Jurang Olduvai. Tradisi pembuatan alat – alat ini disebut dengan tradisi peralatan Oldowan. Tradisi alat oldowan ini merupakan kemajuan teknologi yang penting bagi Hominida. Keuntungan utama dari kemunculan alat dari tradisi Oldwan ini adalah semakin banyak sumber daya alam yang dapat didayagunakan dalam waktu yang lebih singkat, dengan tenaga yang lebih sedikit, dan dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi.

2. Zaman paleolitikum madya
Pada periode ini manusi purba diperkirakan telah memiliki kepercayaan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannnya artefak – artefak di Situs Mousterian yang mengungkapkan adanya pemujaan pada binatang pada waktu itu.

3. Zaman paleolitikum muda
Pada periode ini manusi purba sedikit lebih berkembang. Merek mulai menemukan peralatan – peralatan berburu seperti panah, tombak, dan pisau batu yang menyempurnakan teknik berburu mereka. Pada masa ini, banyak sekali kebudayaan yang muncul karena penyebaran manusia yang telah luas hingga ke pelosok bumi.

Kebudayaan paleolitikum yang berkembang di Indonesia yang salah satunya adalah kebudayaan Pacitan dan Ngandong. Pada tahun 1935, Von Koenigswald menemukan alat-alat batu dan kapak genggam di daerah Pacitan. Cara kerjanya digenggam dengan tangan. Kapak ini dikerjaan dengan cara masih sangat kasar. Para ahli menyebut alat pada zaman Paleolithikum dengan nama chopper. Alat ini ditemukan di Lapisan Trinil. Cara pembuatannya adalah :

1. Memilih batu yang cocok dan mudah dibentuk
2. Batu tersebut dipukulkan dengan menggunakan batu yang lebih keras
3.Pembentukan dengan cara dihaluskan menggunakan kapak tulang, tangan juga dilindungi dengan kulit.

Selain di Pacitan, para ahli juga berhasil menemukan alat-alat tulang, flakes, alat penusuk dari tanduk rusa, dan ujung tombak bergigi di daerah Ngandong.

Alat-alat dari zaman Paleolitikum ini ditemukan pula di daerah Progo dan Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lahat (Sumatera Selatan).

Gallery

kapak perimbas (sejarahbudayaindonesia.weebly.com)




Alat serpih (encarta encyclopedia)
Alat tusuk dari tanduk Rusa (kappadrainbow.wordpress.com)

Kapak Genggam (sejarahbudayaindonesia.weebly.com)

Sumber
https://prezi.com/iett-jklqrba/paleolitikum/#_=_
http://www.slideshare.net/auliasafitri916/zaman-batu-tua
http://www.kopi-ireng.com/2015/02/zaman-paleolitikum-peninggalan-budaya.html
http://kakakpintar.com/pengertian-ciri-ciri-zaman-paleolitikum-hasil-kebudayaan-dan-manusia-pendukung/
http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/ciri-zaman-paleolitikum.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Paleolitikum
http://www.astalog.com/3983/apa-perbedaan-zaman-arkeozoikum-paleolitikum-mesolitikum-dan-neolitikum.htm




Kamis, 14 Januari 2016

QOTD #1



Jangan dilawan semua hari - hari menyakitkan itu


Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak apa pun kau dengan hari hari itu, matahari akan tetap terbit indah. Kau keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak pernah menyelesikan masalah.


Peluklah semuanya. Peluk erat erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai. Semua pertanyaan, keraguan, kecemasan kenangan masa lalu, peluk mereka erat - erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun?



Tere liye - Pulang


CC : Okti A. S. <3


Selasa, 10 November 2015

Teori Perkembangan Manusia Modern


     Teori perkembangan manusia terdiri dari 2 teori yang saling bertentangan satu sama lain. berikut teori yang muncul :

          1.   Teori Out of  Africa




Teori Out of Africa  yang ditemukan oleh James Watson beserta rekan  menyatakan bahwa makhluk yang disebut sebagai manusia, muncul dan hidup pada satu kawasan saja, yaitu di Afrika, kurang lebih dimulai pada tahun 200.000 S.M. Manusia pertama ini kemudian berkembang dan bertambah banyak. Manusia ini memiliki gaya hidup nomaden, sehingga terus berpindah untuk mendapatkan makanan. Gaya hidup dan populasi yang semakin banyak mengakibatkan manusia ini berpindah ke tempat-tempat lainnya di muka bumi.
Sejak tahun 200.000 S.M. hingga 60.000 S.M., manusia menyebar ke seluruh wilayah di Afrika. Tahun 60.000 S.M., manusia mulai menyebar ke Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Australia. Pada saat itu suhu bumi menurun hingga menyebabkan terbentuknya es di bagian utara bumi, yaitu Eropa Utara dan Amerika Utara, dan menurunkan ketinggian permukaan air. Hal ini menyebabkan munculnya lebih banyak daratan dan memudahkan manusia untuk berpindah. Tahun 55.000 S.M., manusia mulai bergerak ke arah Asia Tengah. Tahun 50.000 S.M., es mulai mencair sehingga ketinggian permukaan air mulai naik kembali. Pada saat itu manusia sudah memenuhi Asia Tengah dan memasuki Asia Timur. Tahun 45.000 S.M., manusia menyebar hingga ke wilayah Rusia dan memasuki wilayah Eropa. Tahun 40.000 S.M., manusia telah tersebar luas di Afrika, Eropa, Asia Tengah, Asia Tenggara, dan Australia. Tahun 30.000 S.M., suhu bumi kembali turun melebihi jaman es sebelumnya. Hal ini menyebabkan munculnya daratan luas yang menghubungkan Asia dan Amerika di wilayah utara. Inilah yang menyebabkan penyebaran manusia memasuki wilayah Amerika Utara. Tahun 20.000 S.M., manusia telah tersebar hingga Amerika Selatan. Tahun 15.000 S.M., suhu bumi kembali naik dan es mulai mencair. Pada tahun 10.000 S.M., peta darat dan laut bumi sudah mirip seperti yang kita ketahui pada saat ini.
Teori ini juga cukup diperkuat dengan adanya “pabrik cat” yang berumur 100.000 tahun. Pabrik cat ini ditemukan di Gua Blombos dekat Cape Town, Afrika Selatan. Penemuan mengenai cat ini memunculkan dugaan bahwa manusia pada saat itu telah mengenal bahasa untuk berkomunikasi.
Pada tahun 1994, penelusur gua menemukan tulang belulang dalam rangkaian gua di utara Spanyol. Tulang belulang yang ditemukan kemudian diperiksa oleh para ahli arkeologi. Tulang belulang milik neandertal yang mungkin meninggal secara tragis sekitar 43.000 tahun ini mengungkapkan beberapa kenyataan mengenai hubungan neandertal dan manusia modern yang melakukan nomaden dari Afrika. Neandertal telah menguasai Eurasia kurang lebih selama 200.000 tahun. Fosil neandertal yang ditemukan ini mengalami iklim yang sangat ekstrem dan tertekan oleh kedatangan manusia modern dari Afrika. Tetapi, 15.000 tahun kemudian, neandertal lenyap selamanya. Iklim yang ekstrem mengakibatkan neandertal kekurangan gizi, dilihat dari struktur giginya. Namun, penelitian selanjutnya mengatakan bahwa tulang belulang tersebut memiliki tepi bergerigi. Hal ini diakibatkan oleh pukulan keras dari manusia modern yang mengincar otak dan sumsum, dengan kata lain kanibal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa garis keturunan antara manusia modern yang datang dari Afrika dan Neandertal terpisah sejak 700.000 tahun yang lalu. Neandertal sendiri lebih dekat kepada manusia, dibandingkan dengan simpanse yang merupakan 98,7% sama dengan manusia modern. Neandertal memiliki struktur dan komposisi pembangun tubuh yang sangat mirip dengan manusia modern yang berasal dari Afrika. Oleh karena itu, pembaruan terhadap Out of Africa Theory mengatakan bahwa manusia modern dari Afrika dan neandertal memiliki nenek moyang yang sama. Lenyapnya neandertal dalam rantai perkembangan manusia diduga tidak seperti yang terdapat dalam Out of Africa Theory sebelumnya. Neandertal diduga lenyap karena kebiasaan makan daging dan berburu. Puncak jaman es yang terjadi pada tahun 30.000-23.000 S.M. benar-benar sangat kejam karena fluktuasinya yang singkat. Hal ini menekan populasi neandertal hingga kepada titik punah.
Teori Out of Africa dipatahkan juga oleh adanya manusia purba yang diberi sebutan Meganthropus Palaeojavanicus, atau manusia raksasa dari Jawa kuno. Fosil manusia purba ini ditemukan pada tahun 1941 oleh G.H.R. Von Koenigswald di Desa Sangiran, dekat Surakarta, Jawa Tengah. Umur Meganthropus Palaeojavanicus yang ditemukan ini kira-kira berusia lebih dari 2.000.000 tahun, karena itu usianya lebih tua daripada manusia dari Afrika.
    
    2.   Teori Evolusi Multiregional

Teori ini memandang asal-usul manusia modern sebagai suatu fenomena yang mencakup seluruh dunia. Pada prinsipnya, manusia modern berasal dari kerabat yang sama, yaitu dari jenis “the java man” (Homo erectus). Mereka menyebar secara bersamaan ke seluruh dunia dan baru kemudian di tempatnya yang baru mereka melakukan proses evolusi sehingga mencapai manusia modern.

Menurut hipotesis di atas, jenis manusia Neanderthal merupakan sebagian hasil evolusi di tiga benua. Dari segi anatomi, jenis manusia Neanderthal merupakan peralihan antara Homo Erectus dan Homo Sapiens modern di Eropa, Timur Tengah dan Asia sebelah barat. Tren evolusi menuju status biologis Homo Sapiens yang terjadi di seluruh dunia tersebut didorong oleh lingkungan kebudayaan baru di tempat yang baru. Dengan berkembangnya kebudayaan ke arah yang lebih kompleksitas, mendorong kemampuan otak untuk semakin berkembang. Otak yang besar dan cerdas membawa kebudayaan yang lebih kompleks, yang pada gilirannya menjadikan otak yang lebih besar dan lebih cerdas lagi. Hal tersebut pada akhirnya mempengaruhi penyebarluasan perubahan genetis dengan cepat pada setiap populasi diseluruh dunia.

Sumber :
blog

google.com

Teori Asal Mula Manusia

Manusia adalah satu satunya makhluk di muka bumi ini yang diberi anugrah akal oleh Yang Maha Kuasa. Dari mana datangnya manusia Bagaimana manusia bisa ada di muka bumi ini? Siapa sebenarnya nenek moyang manusia itu? semua hal itu akan saya kupas pada kesempatan kali ini.

 1.  Teori Evolusi  Charles Darwin

Dalam teori ini menurut Darwin aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam. Darwin berpendapat kalau manusia itu berasal dari monyet sebagai nenek moyangnya, Menurut mereka, selama proses evolusi yang diperkirakan berawal 4-5 juta tahun lalu, terdapat beberapa “bentuk transisi” antara manusia modern dan nenek moyangnya. Menurutnya sekenario yang sepenuhnya ini, terdapat 4 kategori dasar:

    o   Australopithecus (kera dari selatan), evolusionis menyatakan bahwa Australopithecus memiliki          anatomi kera. Akan tetapi mereka berjalan dengan tegap seperti manusia
    o   Homo habilis
    o   Homo erectus

Homo sapiens (mendekati bentuk manusia) Secara khusus diciptakan spesies baru pengganti spesies yang punah. Spesies-spesies tersebut berevolusi dari pendahuluannya yang tidak tersingkir bahwa spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies-spesies yang hidup di masa-masa silam yang mengalami evolusi melalui seleksi alam.
Darwin mengatakan bahwa manusia itu berasal dari monyet yang mengalami evolusi karena adanya seleksi alam, teori darwin ini sangat bertentangan dengan teori penciptaan yakni teori ini mengatakan bahwa evolusi manusia itu berasal dari sang pencipta, itu banyak di tantang oleh para ilmuwan salah satu contohnya yaitu:

   o   Francis crik, seorang evolusionis molekuler, pemenang hadiah nobel mengakuai bahwa molekul yang begitu rumit tidak mungkin muncul dengan sendirinya secara tiba-tiba karena kebetulan sebagai hasil dari proses evolusi. Teori darwin juga bertentangan dengan agama karena menyimpang dari ajaran agama, atau kepercayaan-kepercayaan lain menyebabkan ilmu evolusi sulit berkembang.

Alasan darwin manusia mirip kera yaitu:
o   Mata menghadap ke depan
o   Ibu jari tungkai depan dapat digerakkan ke segala arah, mempunyai kelenjarsusu  (glandulla mammae) yang terletak di dada.
o   Rahim satu ruang simpleks.

  
Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an

Proses Kejadian Manusia Pertama

Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
 “Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah”. (QS. As Sajdah (32) : 7)

 “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Al Hijr (15) : 26)

Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 .

 “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. Al Hijr (15) : 28-29)

Di dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW bersabda :

“Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah”. (HR. Bukhari)

 “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” (AlBaqarah:31)

“Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana .” (AlBaqarah:32)

“Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?” (AlBaqarah:33)

“Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).” (Al-An’am:2)

Para ulama’ telah memberikan pengingkaran atas teori Darwin ini, karena menyelisihi nash-nash  Al-Qur’an,  As-Sunnah,  dan  ijma’ para  salaf. Oleh  karenanya,  Syaikh bin Baaz dan ulama’ sejawatnya yang tergabung dalam Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta’ memberikan jawaban terhadap pertanyaan seputar teori Darwin dengan menyatakan dengan tegas bahwa pendapat ini tidak benar.

Dalil yang membuktikan hal itu , Allah -Ta’ala- telah menjelaskan dalam Al-Qur’an tentang periode penciptaan Adam seraya berfirman,

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah.” (QS. Ali Imraan: 59)

Kemudian tanah ini dibasahi sehingga menjadi tanah liat yang melengket pada tangan. Allah -Ta’ala- berfirman,

“Dan Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.” (QS. Al-Mu’minun: 12)

Allah -Ta’ala- berfirman,

“Sesungguhnya kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.” (QS. Ash-Shaaffat:11)

Kemudian menjadi lumpur hitam yang diberi bentuk. Allah -Ta’ala- berfirman,

“Dan sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (QS. Al-Hijr: 26)

Kemudian setelah menjadi kering, maka ia menjadi tanah kering seperti tembikar. Allah -Ta’ala- berfirman,

“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.” (QS. Ar-Rahman: 14)

Allah membentuknya sesuai bentuk yang dikehendaki oleh Allah, dan meniupkan ruh padanya dari ruh-ruh (ciptaan)-Nya. Allah -Ta’ala-’ berfirman,

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Lalu apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS.Al-Hijr : 28-29)

Inilah periode-periode yang dilalui penciptaan Adam menurut Al-Qur’an. Adapun periode-periode yang dilalui oleh penciptaan anak-cucu Adam, maka Allah -Ta’ala- berfirman,

“Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS. Al-Mu’minun: 12-14)

Adapun istri Adam (yakni, Hawwa’), maka Allah -Ta’ala- pun menjelaskan bahwa Dia menciptakannya dari Adam seraya berfirman,

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisaa’:1)

Sekian yang bisa saya berikan. Semoga bermanfaat /?
Sumber : Al - Quran, Google.com.