Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2016

Teori Masuknya Agama Hindu-Buddha ke Indonesia






Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas beragama islam, tetapi sebelum agama islam masuk ke Indonesia, agama hindu dan budha datang terlebih dahulu. Setelah islam datang, masyarakat yang beragama islam maupun yang beragama hindu atau budha dapat hidup berdampingan dan saling menjaga kerukunan.

Perkembangan kebudayaan Hindu tidak dapat lepas dari peradaban Lembah Sungai Indus, di India. Pada tahun 1500 SM Agama dan Kebudayaan Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan Bangsa Arya ke kota Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber. Kedatangan bangsa Arya ini mendesak Bangsa Dravida dan Bangsa Munda yang merupakan suku asli yang telah mendiami daerah tersebut. Bangsa Arya mempunyai kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Politeisme), dan kepercayaan Bangsa Arya tersebut berbaur dengan kepercayaan asli Bangsa Dravida. Istilah Hindu diperoleh dari nama daerah asal penyebaran Agama dan Kebudayaan Hindu Lembah Sungai Indus/Hindustan. Dalam perkembangannya, terjadinya perpaduan antara budaya Arya, budaya Dravida, dan budaya Munda yang kemudian disebut kebudayaan Hindu (Hinduisme).

Pada dasarnya yang dimaksud dengan Hinduisme adalah seluruh pandangan hidup, adat-istiadat, maupun keyakinan yang dianut oleh bangsa yang tinggal di anak benua India berdasarkan Veda. Dalam perkembangnnya para pemeluknya telah mengalami perubahan sebagai perpaduan antara Brahmanisme dan yang berdasarkan Veda dengan Budisme yang berdasarkan Jainisme.
Setelah agama ini menyebar ke seluruh india, agama Hindu- Budha kemudian menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Letak geografis kepulauan Indonesia telah menjadikan kepulauan Indonesia sebagai jalur perdagangan Internasional. Kepulauan Indonesia menjadi daerah transit ( pemberhentian ) sebelum  melanjutkan ke kedua bagian negara tersebut. Orang-orang Indonesia ternyata ikut aktif juga dalam perdagangan tersebut sehingga terjadilah kontak hubungan di antara keduanya (Indonesia - India dan Indonesia -Cina ). Hubungan itu akhirnya memberikan pengaruh terhadap perkembangan masyarakat Indonesia selanjutnya.

Menurut sejarawan Van Lew dan Wotters, hubungan dagangan antara Indonesia dan India lebih  dahulu berkembang dari pada hubungan dagang antara Indonesia dan Cina. Awalnya, orang-orang India bersikap aktif dalam Kegiatan perdagangan tersebut untuk membeli rempah rempah dan hasil tambang. Menurut Claudius Ptolomeus orang - orang India datang ke Indonesia didorong oleh kekayaan Indonesia akan perak, emas, lada dan cengkeh yang menarik para pedagang mancanegara.
Kegiatan perdagangan ini telah berlangsung sejak awal abad ke-5 M.Banyak teori yang berkembang tentang masuknya agama hindu ke Indonesia.Tapi dari kesemua teori dapat di golongkan menjadi 6 teori yang kesemuanya mempunyai pendukung dan fakta fakta sejarah dari prasasti maupun catatan perjalanan.

peta jalur perjalanan laut asia tenggara


Pada perkembangan selanjutnya, agama Hindu lebih banyak berpengaruh daripada Buddha. Bukti agama Hindu lebih dahulu masuk ke Nusantara adalah kerajaan kerajaan tertua di Indonesia, yaitu Kutai, beragama Hindu. Kerajaan Tarumanegara yang hadir setelahnya juga beragama Hindu.
Bukti lainnya adalah adanya keterangan seorang penjelajah Cina bernama Fa Hsien yang mengatakan bahwa tidak banyak penganut agama Buddha di Ye-Po-Ti atau pulau jawa . Penjelajah Cina ini datang di pulau Jawa pada tahun 414 M.

Bukti - bukti berikut ini memaparkan tentang pengaruh agama Hindu-Buddha di Indonesia, antara lain :

     ·        Di Sempaga, Sulawesi Selatan ada arca Buddha bergaya amarawati dari India Selatan di Bukit    Siguntang Sumatra Selatan dan di kota Bangun, Kutai. Arca ini bergaya gandhara India Utara 
     ·        Adanya prasasti bertuliskan Huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta di Kutai dan Tarumanegara.
     ·        Banyaknya penganut Hindu dan Buddha di nusantara atau Indonesia.
     ·        Berkembangnya kesenian yang bercorak hindu-budha seperti seni patung di Indonesia.
     ·        Penggunaan kata warman sebagai nama raja seperti raja di India.
     ·        Munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia memengaruhi kehidupan masyarakat di  kepulauan nusantara .
     ·        Masyarakat nusantara menggunakan bahasa Sanskerta dan tulisan Pallawa dalam kehidupan sehari hari.
     ·        Adanya sistem kemaharajaan.
     ·        Adanya kitab-kitab sastra seperti Ramayana dan Mahabharata yang bercorak Hindu.

Setelah mengetahui beberapa bukti pengaruh agama Hindu – Budha, lantas bagaimana agama ini bisa masuk ke Indonesia? Berikut ini dipaparkan teori tentang masuknya agama hindu – budha ke Indonesia yang dikemukakan para ahli. Disertai pula dengan kelebihan dan kekurangannya
    
    1.   Teori Brahmana.




Teori ini pertama kali dikemukakan oleh J.C Van Leur. Van Leur berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para pendeta. Hal ini didasarkan bahwa agama Hindu bukanlah agama yang demokratis bagi orang banyak. Yang mampu membaca bahasa sansekerta hanya kaum brahmana saja.

Para pendeta ini datang ke nusantara di undang oleh raja raja yang berkuasa di nusantara untuk melakukan upacara upacara keagamaan maupun pengangkatan raja raja baru.

Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan para brahmana di nusantara dalam rangka penyebaran agama Hindu antara lain.

a. Abhiseka, yaitu upacara pengangkatan penobatan raja baru
b. Vratyastoma, yaitu upacara pencucian diri (pemberian kasta),
c. Kulapanjika, yaitu memberikan silsilahketurunan raja
d. Castra, yaitu cara membuat mantra mantra.

Kelebihan Teori Brahmana

Agama Hindu adalah milik kaum Brahmana sehingga merekalah yang paling tahu dan paham mengenai ajaran agama Hindu. Urusan keagamaan merupakan monopoli kaum Brahmana bahkan kekuasaan terbesar dipegang oleh kaum Brahmana sehingga hanya golongan Brahmana yang berhak dan mampu menyiarkan agama Hindu.

Prasasti Indonesia yang pertama menggunakan berbahasa Sanskerta, sedangkan di India sendiri bahasa itu hanya digunakan dalam kitab suci dan upacara keagamaan. Bahasa Sanskerta adalah bahasa kelas tinggi sehingga tidak semua orang dapat membaca dan menulis bahasa Sanskerta.

Di India hanya kasta Brahmana yang menguasai bahasa Sanskerta sehingga hanya merekalah yang dapat dan boleh membaca kitab suci Weda. Karena Raja-raja yang ada di Indonesia kedudukannya ingin diakui dan kuat seperti Raja-raja di India maka mereka dengan sengaja
mendatangkan kaum Brahmana dari India untuk mengadakan upacara penobatan dan mensahkan kedudukan mereka di Indonesia sebagai Raja. Dan mulailah dikenal istilah kerajaan. Karena upacara penobatan tersebut secara Hindu maka secara otomatis Raja juga dinyatakan beragama Hindu, jika Raja beragama Hindu maka rakyatnya pun akan
mengikuti Raja.

Ketika menobatkan Raja, kaum Brahmana pasti membawa kitab Weda ke Indonesia. Sebelum kembali ke India tak jarang para Brahmana tersebut akan meninggalkan Kitab Weda sebagai hadiah bagi Raja. Kitab tersebut selanjutnya akan dipelajari oleh Raja dan digunakan untuk menyebarkan agama Hindu di Indonesia.

Karena Raja telah mengenal Brahmana maka secara khusus Raja juga meminta Brahmana untuk mengajar di lingkungan istananya. Dari hal inilah maka agama dan budaya India dapat berkembang di Indonesia.

Kelemahan Teori Brahmana

Menurut ajaran Hindu kuno, seorang Brahmana dilarang untuk menyeberangi lautan apalagi meninggalkan tanah airnya. Jika ia melakukan hal tersebut maka ia akan kehilangan hak akan kastanya, sehingga mendatangkan para Brahmana ke Indonesia bukan merupakan hal
yang wajar.

    2.   Teori Ksatria
\


Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu masuk ke Nusantara dibawa oleh prajurit yang mengadakan ekspansi perluasan wilayah dari India ke Indonesia. Berikut hipotesis beberapa ahli yang mendukung teori ksatria :

 ·        C.C Berg
             C.C Berg berpendapat bahwa golongan yang turut menyebarkan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonsia adalah para petualang yangsebagian besar berasal dari golongan Ksatria. Para Ksatria ini ada yang terlibat konflik dalam masalah perebutan kekuasaan di Indonesia. Bantuan yang diberikan oleh para Kstaria ini sedikit banyak membantu kemenanganvbagi salah satu kelompok atau suku yang bertikai. Sebagai hadiah atas kemenangan itu, ada di antara mereka yang dinikahkan dengan salah seorang putri dari kepala suku yang dibantunya. Dari perkawinannya ini memudahkan bagi para Ksatira untuk menyebarkan tradisi Hindu-Buddha dalam masyarakat indonesia.

      ·        Mookerji
            Mookerji mengatakan bahwa golongan Ksatria ( tentara ) dari india yang membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia. Para Ksatria ini kemudian membangun koloni-koloni yang akhirnya berkembang menjadi sebuah kerajaan. Para koloni ini kemudian mengadakan hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan di India dan mendatangkan para seniman yang berasal dari India untuk membangun candi-candi di Indonesia.
     
     ·        J.L Moens
            Dia mencoba menghubungkan proses terbentuknya kerajaan-kerajan di indonesia pada awal abad ke-5 dengan situasi yang terjadi di India pada abad yang sama. Perlu diketahui bahwa sekitar abad ke-5, banyak kerajaan-kerajaan di India Selatan yang mengalami kehancuran. Ada di antara para keluarga kerajaan tersebut, yaitu para Ksatrianya yang melarikan diri ke Indonesia. Mereka ini selanjutnya mendirikan kerajaan di kepulauan Nusantara.

Kelebihan Teori Ksatria
Kekuatan teori ini terletak pada semangat petualangan para kaum ksatria.

Kelemahan Teori Ksatria
Kelemahan teori ini antara lain :
 ·        Para Ksatria tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa
 ·        Apabila daerah Indonesia pernah menjadi daerah taklukkan kerajaan-kerajaan India, tentunya ada bukti prasasti (jaya prasasti) yan menggambarkan penaklukkan tersebut. Akan tetapi, baik di India maupun Indonesia tidak ditemukan prasasti semacam itu. Adapun prasasti Tanjore yang menceritakan tentang penaklukkan kerajaan Sriwijaya oleh salah satu kerajaan Cola di India, tidak dapat dipakai sebagai bukti yang memperkuat hipotesis ini. Hal ini disebabkan penaklukan tersebut terjadi pada abad ke-II sedangkan bukti-bukti yang diperlukan harus menunjukkan pada kurun waktu yang lebih awal.

    3.   Teori waisya




Teori ini digagas oleh N.J. Krom yang mengatakan bahwa agama Hindu masuk ke Kepulauan nusantara dibawa oleh para pedagang dari India.Pedagang dari India tersebut Selain berdagang juga menyebarkan agama Hindu. Muncul pula dugaan ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia.

Mereka bermukim di indonesia kemudian aktif melakukan hubungan sosial tidak saja dengan masyarakat indonesia secara umum tetapi juga dengan pemimpin kelompok masyarakat. Lewat interaksi itu mereka menyebarkan dan memperkenalkan agama dan kebudayaan mereka.

Kelebihan teori Waisya

Banyaknya sumber daya alam di Indonesia membuat para Waisya (kelompok pedagang) tertarik untuk bertransaksi jual beli di Indonesia. Pada saat itu, kebanyakan pedagang yang datang ke Indonesia berasal dari India yang merupakan pusat agama hindu, sehingga ketika mereka berdagang, mereka juga menyebarkan ajaran agama Hindu dan Buddha.

Kelemahan teori Waisya

Para pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa yang umumnya hanya dikuasai oleh kasta Brahmana.

Bantahan para ahli terhadap teori Waisya

Motif mereka datang sekedar untuk berdagang bukan untuk menyebarkan agama Hindu sehingga hubungan yang terbentuk antara penduduk setempat bahkan pada raja dengan para saudagar (pedagang India) hanya seputar perdagangan dan tidak akan membawa perubahan besar terhadap penyebaran agama Hindu. Mereka lebih banyak menetap di daerah pantai untuk memudahkan kegiatan perdagangannya. Mereka datang ke Indonesia untuk berdagang dan jika mereka singgah mungkin hanya sekedar mencari perbekalan untuk perjalanan mereka selanjutnya atau untuk menunggu angin yang baik yang akan membawa mereka melanjutkan perjalanan. Sementara itu kerajaan Hindu di Indonesia lebih banyak terletak di daerah pedalaman seperti Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Sehingga, penyebarluasan agama Hindu tidak mungkin dilakukan oleh kaum Waisya yang menjadi pedagang.

Meskipun ada perkampungan para pedagang India di Indonesia tetapi kedudukan mereka tidak berbeda dengan rakyat biasa di tempat itu, mereka yang tinggal menetap sebagaian besar hanyalah pedagang-pedagang keliling sehingga kehidupan ekonomi mereka tidak jauh berbeda dengan penduduk setempat. Sehingga pengaruh budaya yang mereka bawa tidaklah membawa perubahan besar dalam tatanegara dan kehidupan keagamaan
masyarakat setempat.

Kaum Waisya tidak mempunyai tugas untuk menyebarkan agama Hindu sebab yang bertugas menyebarkan agama Hindu adalah Brahmana. Lagi pula para pedagang tidak menguasai secara mendalam ajaran agama Hindu dikarenakan mereka tidak memahami bahasa Sansekerta sebagai pedoman untuk membaca kitab suci Weda. Tulisan dalam prasasti dan bangunan keagamaan Hindu yang ditemukan di Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yang hanya digunakan oleh Kaum Brahmana dalam kitab-kitab Weda dan upacara keagamaan.

    4.   Teori Sudra




Van Feber  mengungkapkan bahwa orang India berkasta Sudra (pekerja kasar) menginginkan kehidupan yang lebih baik daripada mereka tinggal menetap di India sebagai pekerja kasar bahkan tak jarang mereka dijadikan sebagai budak para majikan sehingga mereka pergi ke daerah lain bahkan ada yang sampai ke Indonesia.  Orang berkasta sudra yang berada pada kasta terendah di India tidak jarang dianggap sebagai orang buangan sehingga mereka meninggalkan daerahnya pergi ke daerah lain bahkan keluar dari India hingga ada yang sampai ke Indonesia agar mereka mendapat kedudukan yang lebih baik dan lebih dihargai.

Kelebihan teori Sudra
Kaum Sudra di India memang benar - benar tertindas. Hal tersebut menjadi alasan yang mendasar perginya kaum udra dari India.

Kelemahan teori Sudra
Kaum Sudra adalah kasta yang paling rendah di India. Golongan ini sebagian besar diisi oleh budak atau pekerja kasar. Maka, golongan ini tidak mungkin menguasai huruf pallawa, karena hanya kaum brahman lah yang dapat mengerti huruf pallawa. Sedangkan pasasti di Indonesia menggunakan huru pallawa dn bahasa sansekerta.

    5.   Teori Arus Balik  

Teori ini menyatakan bahwa di kemudian hari, bangsa Nusantara tidak hanya menerima pengetahuan dari orang-orang India maupun orang asing yang datang. Mereka juga aktif mencari ilmu  agama Hindu di negeri orang dan menyebarkannya setelah kembali ke kerajaan masing masing di nusantara. Pencetusnya dalah F.D.K Bosch.

F.D.K Bosch
          Menurutnya yang pertama kali datang ke Indonesia adalah mereka yang memiliki semangat untuk menyebarkan Hindu-Buddha, yaitu para intelektual yang ikut menumpang kapal-kapal dagang. Setelah tiba di Indonesia, mereka menyebarkan ajarannya. Karena pengaruhnya itu, ada di antara tokoh masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya
tersebut. Pada perkembangan selanjutnya banyak orang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berkunjung dan belajar agama Hindu-Buddha di India. Sekembalinya di Indonesia, merekalah yang mengajarkannya kepada masyarakat Indonesia yang lain. Bukti-bukti dari pendapat tersebut adalah adanya prasasti Nalanda yang menyebutkan bahwa Balaputradewa (raja Sriwijaya) telah meminta kepada raja di India untuk membangun
wihara di Nalanda sebagai tempat untuk menimba ilmu para. Permintaan raja Sniwijaya itu ternyata dikabulkan. Para tokoh atau pelajar Sriwijaya menuntut ilmu di sana lalu mereka kembali ke Indonesia. Merekalah yang selanjutnya menyebarkan pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia.

Dalam teori ini proses penyebaran budaya hindu – budha terjadi dalam dua tahap yaitu :

Pertama, proses penyebaran di lakukan oleh golongan pendeta Budha atau para biksu, yang menyebarkan agama Budha ke Asia termasuk Indonesia melalui jalur dagang, sehingga di Indonesia terbentuk masyarakat Sangha, dan selanjutnya orang-orang Indonesia yang sudah menjadi biksu, berusaha belajar agama Budha di India. Sekembalinya dari India mereka membawa kitab suci, bahasa sansekerta, kemampuan menulis serta kesan-kesan mengenai kebudayaan India. Dengan demikian peran aktif penyebaran budaya India, tidak hanya orang India tetapi juga orang-orang Indonesia yaitu para biksu Indonesia tersebut. Hal ini dibuktikan melalui karya seni Indonesia yang sudah mendapat pengaruh India masih menunjukan ciri-ciri Indonesia.

Kedua, proses penyebaran kedua dilakukan oleh golongan Brahmana terutama aliran Saiva-siddharta. Menurut aliran ini seseorang yang dicalonkan untuk menduduki golongan Brahmana harus mempelajari kitab agama Hindu bertahun-tahun sampai dapat ditasbihkan menjadi Brahmana. Setelah ditasbihkan, ia dianggap telah disucikan oleh Siva dan dapat melakukan upacara Vratyastome / penyucian diri untuk menghindukan seseorang.

Kelebihan teori arus balik
Adanya bukti tertulis tentang peginy utusan Sriwijaya menuju India untuk belajar.

Kelemahan teori arus balik
Teori arus balik membutuhkan waktu yang relatif cukup lama. Mulai dari dikirimnya pelajar sampai pendakwahan ajaran ini.

Dilihat dari sumber - sumber yang saya dapatkan, menurut saya teori yang hmpir mendekati benar adalah teori Brahmana. Karena hanya golongan Brahman lah yang dapat membaca dan mengerti huruf Pallawa dan Bahasa Sansekerta. Di India sendiri, bahasa sanekerta hanya digunakan dalam upacara keagamaan yang dilakukan kaum brahman. Sedangkan prasasti dan peninggalan hindu - budha yang ditemukan di Indonesia ebagian besar berbahasa Sansekerta dan menggunakan huruf Pallawa. Tapi ini hanyalah opini saya semata. Berbeda orang yang melihat berbeda pula cara pandangnya.

Jadi, menurut anda mana yang benar? 







Sumber :
http://www.artikelsiana.com/2014/08/teori-tentang-masuk-dan-berkembangnya.html#
http://solusismart.com/teori-masuknya-hindu-budha-ke-indonesia/
http://artikelmateri.blogspot.co.id/2016/01/teori-masuknya-agama-hindu-budha-di-ke-indonesia.html
https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=12&idmateri=119&lvl1=2&lvl2=0&lvl3=0&kl=7
http://www.pengertiansejarah.com/proses-masuk-dan-berkembangnya-agama-hindu-buddha-di-indonesia.html
http://www.gerbangilmu.com/2014/06/teori-masuknya-hindu-buddha-ke.html
http://www.idsejarah.net/2015/07/sejarah-masuknya-hinduisme-ke-indonesia.html 
http://www.materisma.com/2014/02/teori-masuknya-agama-dan-kebudayaan-hindu-buddha.html
http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/5-teori-masuknya-hindu-budha-ke-indonesia.html
http://www.astalog.com/2786/kelebihan-dan-kelemahan-teori-brahmana.htm
http://ilmusosial.net/kelemahan-dan-kelebihan-teori-waisya.html
http://www.slideshare.net/arelyafebriane7/tugas-sejarah-x
http://www.sarisejarah.com/2014/11/hasil-diskusi-tentang-kelebihan-dan.html
Hapsari, Ratna ; Buku Sejarah Indonesia ; ERLANGGA


Kamis, 28 Januari 2016

Sejarah ituu.....


Blog ini sudah cukup banyak membahas materi berkenaan dengan sejarah. Namun, apakah kalian tahu sejarah itu apa? Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan tentang apa itu sejarah. Happy reading!

Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan.

Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.

Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.


Ada banyak pendapat mengenai pengertian sejarah. Berikut sejarah menurut beberapa ahli :


1. Pengertian Sejarah Oleh W.J.S Poerwordaminta
        Dalam kamus Umum bahasa Indonesia oleh bahwa terdapat tiga pengertian sejarah yaitu:
    1. Seluruh kesusasteraan lama, silsilah dan asal usul
    2. Kejadian yang benar benar terjadi di masa lampau
    3. Ilmu pengetahuan, cerita pembelajaran tentang pengetahuan

2. Pengertian sejarah menurut Norman E. Cantor
    Pengertian sejarah adalah studi tentang apa yang telah diperbuat, dikatakan dan dipikirkan oleh   manusia pada masa lampau

3.Pengertian sejarah menurut R.Mohammad Ali
   Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
   1. Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
   2. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
   3. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

4. Pengertian sejarah menurut Ibnu Khaldun (1332-1406)
    Pengertian sejarah menurut sejarawan muslim ini bahwa pengertian sejarah adalah rekaman perputaran masa dan pergantian kekuasaan yang terjadi pada masa lampau bila dilihat dari sisi luar, dan sejarah apabila dilihat dari sisi dalam adalah suatu studi dan penalaran kritis dan usaha cermat untuk mencari kebenaran. Dalam pengertian sejarah ini, diartikan bahwa sejarah merupakan suatu penjelasan yang cerdas tentang sebab dan asal usul segala sesuatu ataupun suatu pengetahuan mendasar tentang bagaimana dan mengapa peristiwa peristiwa itu terjadi. Dalam pengertian sejarah oleh Ibnu Khaldun ini anda tidak boleh melihat bahwa mencari kebenaran hanya dengan mengumpulkan fakta fakta saja akan tetapi menalarkan fakta yang ada.

5. Pengertian sejarah menurut Edward Hallet Carr
    Pengertian sejarah adalah suatu proses interaksi terus menerus antara sejarawan dengan fakta fakta yang ada padanya atau suatu dialog yang tidak ada hentinya antara masa sekarang dan masa lampau. Hal yang harus anda perhatikan dalam pengertian sejarah ini adalah adanya kontinuitas atau berkesinambungan. Kontinuitas yang dimaksud dalam pengertian sejarah ini adalah bahwa apa yang terjadi pada masa sekaran merupakan kelanjutan dari apa yang terjadi pada masa lampau.

6. Pengertian Sejarah Menurut Kuntowijoyo
    Pengertian sejarah menurut Kuntowijoyo ada dua yaitu pengertian sejarah secara positif dan pengertian sejarah secara negatif. Pengertian sejarah secara positif yaitu ilmu tentang manusia , tentang waktu , tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial dan ilmu tentang sesuatu yang terinci dan tertentu. Sedangkan, pengertian sejarah secara negatif adalah bukan mitos, filsafat, bukan ilmu alam dan bukan sastra.
    Dalam pengertian sejarah ini kita harus memahami bahwa sejarah menyuguhkan fakta secara diakronis, unik, empiris dan ideografis.
    Sejarah bersifat ideografis karena sejarah menggambarkan, memaparkan, dan menceritakan sesuatu. Sementara itu sejarah bersifat diakronis karena berhubungan dengan perjalanan waktu.
    Sejarah bersifat unik karena berisi hasil penelitian tentang hal-hal yang unik dan secara khas hanya berlaku pada sesuatu. bukan hanya itu, sejarah juga bersifat empiris, yaitu sejarah berpegang teguh pada pengalaman manusia yang benar benar terjadi terjadi.

7. Pengertian Sejarah Menurut J.V. Bryce
    Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

8. Pengertian Sejarah Menurut W.H. Walsh
    Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia pada masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

9. Pengertian Sejarah Menurut Patrick Gardiner
    Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

10. Pengertian Sejarah Menurut Roeslan Abdulgani
      Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan pada masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

11. Pengertian Sejarah Menurut Moh. Yamin
      Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

12. Pengertian Sejarah Menurut Thomas Carlyle
      Sejarah sebagai peristiwa masa lalu yang mempelajari biografi orang-orang terkenal dimana mereka berperan sebagai penyelamat pada zaman mereka. Mereka adalah orang-orang besar yang pernah dicatat sebgai pembawa perubahan pada masa kini.

13. Pengertian Sejarah Menurut Collingwood
      Sejarah adalah ilmu atau sebuah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang perilaku manusia pada masa lampau

Jadi sebenarnya sejarah itu apa? Dari kutipan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sejarah itu adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia pada masa lalu, memiliki bukti ilmiah yaitu peninggalan berupa artefak maupun fosil, yang memiliki sifat diakronis, unik, empiris dan ideografis. Itulah pengertian sejarah menurut saya. Kamu pun juga dapat menyimpulkannya sendiri. Mungkin kamu juga dapat masuk ke deretan orang diatas yang memberikan pengertian tentang sejarah. Mengapa tidak?

Sumber
id.wikipedia/wiki/sejarah
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/08/6-pengertian-sejarah-menurut-para-ahli-lengkap.html
https://sejarahsingkatind.wordpress.com/2011/03/21/pengertian-sejarah-dan-ilmu-sejarah-3/
http://www.kajianteori.com/2013/09/pengertian-sejarah.html 

Selasa, 26 Januari 2016

M.E.S.O.L.I.T.I.K.U.M - Zaman Batu #2

Pada kesempatan kali ini gue bakal bawa materi baruuu. Masih muter muter sama Zaman Batu -karena materinya masih itu. Semoga aja ga bosen. zaman yang bakal dibahas adalah zaman setelah zaman paleolitikum. Penasaran? Pasti nggak. Enjooy/?


Mesolitikum atau Zaman Batu Madya atau Zaman Batu Tengah (Bahasa Yunani: mesos "tengah", lithos batu) adalah suatu periode dalam perkembangan teknologi manusia, antara Paleolitik atau Zaman Batu Tua dan Neolitik atau Zaman Batu Muda. Istilah ini diperkenalkan oleh John Lubbock dalam makalahnya "Zaman Prasejarah" (bahasa Inggris: Pre-historic Times) yang diterbitkan pada tahun 1865.
Zaman mesolitikum adalah zaman di mana manusia masih menggunakan batu sebagai alat dalam kegiatan sehari – harinya. Zaman mesolitikum sendiri disebut dengan zaman batu tengah dan terjadi pada masa holsen sekitar 10. 000 tahun yang lalu.
Pada zaman mesolitikum, manusia hidup tidak jauh berbeda dengan zaman paleolitikum, yaitu dengan berburu dan menangkap ikan. Namun, pada masa ini manusia lebih cerdas dibandingkan dengan para pendahulunya. Manusia pada masa itu mulai mempunyai tempat tinggal agak tetap dan bercocok tanam secara sederhana. Tempat tinggal yang mereka pilih umumnya berlokasi di tepi pantai (kjokkenmoddinger) dan goa-goa (abris sous roche) sehingga tidak heran di tempat tersebut banyak ditemukan peninggalan – peninggalan pra sejarah.
Kjokkenmoddinger diambil dari bahasa Denmark, yaitu kjokken yang berarti dapur dan modding yang berarti sampah. Jadi, Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur. Dalam pengertian yang sebenarnya Kjokkenmoddinger adalah fosil yang berupa timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput sehingga mencapai ketinggian ± 7 meter. Fosil ini ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatera, yakni antara daerah Langsa hingga Medan. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa manusia purba pada zaman ini sudah mulai menetap.
Sedangkan Abris sous roche adalah goa menyerupai ceruk batu karang yang digunakan manusia sebagai tempat tinggal. Ceruk-ceruk di dalam batu karang memberikan perlindungan terhadap hujan dan panas. Di dalam dasar gua ini didapatkan banyak peninggalan kebudayaan, dari jenis paleolitikum sampai permulaan neolitikum, tetapi sebagian besar dari zaman mesolitikum.
Penyelidikan pertama terhadap abris sous roche dilakukan oleh van Stein Callenfels di Gua Lawa dekat Sampung (Ponorogo, Madiun), dari tahun 1928-1931. Alat-alat yang ditemukan banyak sekali macamnya : alat-alat bantu, seperti ujung panah dan flakes, batu-batu penggilingan, kapak-kapak yang sudah diasah, alat-alat dari tulang dan tanduk rusa, dll.
Dibandingkan dengan zaman batu sebelumnya, pada zaman ini manusia mulai mengalami perkembangan budaya yang lebih cepat. Perkembangan budaya yang cepat ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah keadaan alam yang lebih stabil. Akibatnya, manusia pada zaman ini hidup dengan lebih tenang, sehingga mereka bisa mengembangkan kebudayaannya. Salah satu perkembangannya adalah manusia pada zaman itu sudah mempunyai kemampuan membuat kerajinan gerabah dari tanah liat.
Mereka juga sudah mulai bercocok tanam meskipun dengan cara yang masih sederhana. Manusia purba pada masa ini masih menggunakan alat – alat yang diambil dari tulang dan tanduk hewan untuk digunakan dalam kehidupan sehari – hari seperti pada masa mengumpulkan makanan tingkat awal atau paleolitikum.
Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa ciri zaman mesolitikum adalah :

1. Manusia di zaman ini sudah tidak lagi nomaden atau menetap di gua, maupun di pantai.
2. Manusia zaman ini sudah mengumpulkan makanan dan bercocok tanam.
3. Manusia zaman ini sudah bisa membuat kerajinan dari gerabah.

Menurut penelitian para ahli sejarah, manusia yang hidup pada zaman mesolitikum adalah Ras Melanosoide. Ras Melanesia atau disebut juga dengan Papua Melanosoide merupakan rumpun bangsa Melanosoide/Ras Negroid. Bangsa ini merupakan gelombang pertama yang berimigrasi ke Indonesia dan berasal dari daratan Asia tepatnya di Yunan Utara bergerak menuju ke Selatan memasuki daerah Hindia Belakang (Vietnam)/Indochina dan terus ke Kepulauan Indonesia. Bangsa Melanisia/Papua Melanosoide yang merupakan Ras Negroid memiliki ciri-ciri antara lain kulit kehitam-hitaman, badan kekar, rambut keriting, mulut lebar dan hidung mancung. Bangsa ini sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa keturunannya seperti Suku Sakai/Siak di Riau, dan suku-suku bangsa Papua Melanosoide yang mendiami Pulau Irian dan pulau-pulau Melanesia.
Zaman mesolitikum meninggalkan hasil kebudayaan. Hasil kebudayaannya antara lain :

1.       Pebble (kapak genggam)
Biasa disebut dengan kapak Sumatera karena kapak ini paling banyak ditemukan lokasinya di pesisir timur Sumatera yaitu antara Langsa dan Medan. Para arkeolog menyebutnya dengan pebble. Terbuat dari batu kali yang dipecah atau dibelah. Sisi luarnya yang sudah halus dibiarkan, sedangkan sisi dalamnya dikerjakan lebih lanjut, sesuai kebutuhan.

2.       Hache cource (kapak pendek)
Kapak ini hanya ada di zaman mesolitikum. Bentuknya kira-kira setengah lingkaran, dan seperti halnya kapak genggam dibuat dengan memecahkan batu, dan tidak diasah. Bagian yang tajam terdapat pada sisi lengkung.

3.       Pipisan (batu-batu penggiling)
Di bukit-bukit kerang (kjjokenmoddinger) ditemukan  batu-batu penggiling beserta landasannya. Pipisan  ini ternyata tidak hanya digunakan untuk menggiling makanan tetapi digunakan juga untuk menghaluskan cat merah. Adapun kegunaan dari cat merah itu belum diteliti secara pasti, tetapi ada kemungkinan pemakaiannya berhubungan dengan  keagamaan/sihir, dimana merah merupakan darah sebagai tanda dan sendi kehidupan. Cat merah diulaskan ke badan  memiliki maksud agar bertambah kekuatan  dan tenaga hidupnya

4.       Flakes
Flakes adalah serpihan-serpihan yang terbuat dari batu-batu biasa tetapi ada juga yang dari batu berwarna/caldeson. Berbeda dengan kapak genggam, flakes ini berukuran lebih kecil dan tajam.
Peralatan ini terutama ditemukan di sekitar daerah Sangiran, Pacitan, Ngandong(Jawa), Lahat(Sumatera), Sumbawa, Sulawesi, dan Flores. Flakes ini berfungsi untuk menguliti hewan buruan,mengiris daging atau memotong umbi-umbian. Jadi fungsinya mirip dengan pisau sekarang.

5.       Sampung Bone Culture
Sampung Bone Culture merupakan istilah dari benda-benda yang terbuat dari tulang hewan. Diberi nama Sampung Bone Culture karena pertama kali ditemukan di Gua Lawa, Sampung, Ponorogo. Benda-benda dari tulang ini juga ditemukan di gua Besuki, Bojonegoro(Jawa Timur), pulau Timor dan Rote, dan di gua Leang Patae, Lomoncong,   Sulawesi Selatan yang pendukungnya adalah suku Toala yang sampai sekarang masih ada.
Alat-alat dari tulang ini digunakan untuk berburu, tidak sedikit yang digunakan sebagai mata anak panah.

6.       Lukisan dinding
Pada zaman mesolitikum ditemukan lukisan di sekitar Teluk Triton dan Teluk Bisyari, Distrik/Kecamatan Kaimana atau di sekitar Kampung Maimai, Sisir, dan Namatota. Lukisan-likisan ini masih menyimpan misteri dan keunikan yang seakan menceritakan suatu jaman dengan suatu kehidupan tertentu. Daya tarik Kaimana Rock Painting ini terletak pada letak dan bahan pewarna yang digunakan. Letak lukisan-lukisan ini terdapat pada tebing-tebing batu yang tinggi dan secara akal sehat manusia tidak mungkin dijangkau-apalagi teknologi jaman itu. Bahan cat atau pewarna yang digunakan hingga kini masih misteri, umumnya lukisan-lukisan ini berwarna merah darah dan hingga hari ini tak pudar dimakan jaman.
Lukisan dinding di Kaimana memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dengan lukisan dinding yang terdapat di Kokas dan Raja Ampat, terutama dari segi kekayaan motifnya. Jika di Kokas dan Raja Ampat umumnya bermotif tapak tangan (finger-print), di Kaimana bukan saja finger print tapi ada lukisan ikan, binatang, tengkorak, matahari.

Gallery                

absis sous roche (commons.wikimedia.org)
               
Pebble (jawara1.wordpress.com)
sampung bone culture (tamanmacah.blogspot.com)

pipisan (ucocompact.blogspot)

lukisan dinding gua (ferdi2end.blogspot.com)


kkjokenmoddinger (akademi-kuliah.blogspot.co.id)















sumber                                                              
http://kakakpintar.com/pengertian-ciri-ciri-zaman-mezolitikum-manusia-pendukung-serta-hasil-kebudayaan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Mesolitikum
http://sejarahsenirupa.blogspot.co.id/2012/06/kesenian-indonesia-zaman-mesolitikum.html



Senin, 25 Januari 2016

P.A.L.E.O.L.I.T.I.K.U.M. - Zaman Batu #1

Haiii. Sekarang di post sebelumnya gue udah pernah upload tentang zaman batu besar atau megalitikum.Sekarang gue bakal share tentang zaman yang paliiing tua. yaitu zama paleolitikum check this out!

Paleolitikum atau Zaman Batu Tua (Bahasa Inggris: Paleolithic atau Palaeolithic, Yunani:παλαιός (palaios) — purba dan λίθος (lithos) — batu) adalah zaman prasejarah yang bermula kira-kira 50.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Periode zaman ini adalah antara tahun 50.000 SM - 10.000 SM.  Periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana.
Ada pula yang memperkirakan zaman batu tua berlangsung pada masa pleistosen awal (diluvium) yaitu kira-kira pada enam ratus ribu tahun yang lalu.
                Pada zaman ini, manusia Peking dan manusia Jawa telah ada. Di Afrika, Eropa dan Asia, manusia Neanderthal telah hidup pada awal tahun 50.000 SM, manakala pada tahun 20 000 SM, manusia Cro-magnon sudah menguasai kebudayaan di Afrika Utara dan Eropa.
                Bukti dari keberadaan zaman ini adalah dengan ditemukannya fosil – fosil manusia purba yang diperkirakan berusia lebih dari 1 juta tahun yang lalu, seperti Homo Wajakensis, Meganthropus paleojavanicus, Homo Erectus dan Homo Soliensis di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo. Juga penemuan berbagai artefak seperti kapak genggam dan alat serpih.
                Ciri ciri kehidupan pada masa paleolitikum antara lain

  •  Hidupnya nomaden atau selalu berpindah-pindah tempat.
  •  Hidup dalam kelompok-kelompok kecil agar memudahkan mereka bergerak dalam mencari makanan.
  • Hidupnya sangat tergantung pada alam sekitar mereka.
  • Masih menggunakan alat-alat yang sangat sederhana untuk mendukung kegiatan mereka mencari makan. Alat yang dibuat masih dalam bentuk yang sangat kasar, contohnya kapak genggam yang berfungsi untuk memotong, menggali dan menguliti binatang.
  • Masih menggunakan bahasa yang sederhana untuk berkomunikasi.
  • Belum mengenal seni
                                Zaman paleolitikum dibagi menjadi 3 periode yaitu :

1. Zaman paleolitikum tua
Periode ini merupakan periode pertama kali manusia berkembang ke arah yang lebih berbudaya kira-kira 15.000 tahun yang lalu. Pada masa ini muncul peralatan dari batu yang dibuat dengan sistem benturan, yaitu dengan membenturkannya pada batu lain yang lebih keras. Bukti-bukti yang ditemukan dibeberapa tempat, misalnya di dekat danau Turkana, di Kenya, dan di Etiopia Selatan dan Jurang Olduvai. Tradisi pembuatan alat – alat ini disebut dengan tradisi peralatan Oldowan. Tradisi alat oldowan ini merupakan kemajuan teknologi yang penting bagi Hominida. Keuntungan utama dari kemunculan alat dari tradisi Oldwan ini adalah semakin banyak sumber daya alam yang dapat didayagunakan dalam waktu yang lebih singkat, dengan tenaga yang lebih sedikit, dan dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi.

2. Zaman paleolitikum madya
Pada periode ini manusi purba diperkirakan telah memiliki kepercayaan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannnya artefak – artefak di Situs Mousterian yang mengungkapkan adanya pemujaan pada binatang pada waktu itu.

3. Zaman paleolitikum muda
Pada periode ini manusi purba sedikit lebih berkembang. Merek mulai menemukan peralatan – peralatan berburu seperti panah, tombak, dan pisau batu yang menyempurnakan teknik berburu mereka. Pada masa ini, banyak sekali kebudayaan yang muncul karena penyebaran manusia yang telah luas hingga ke pelosok bumi.

Kebudayaan paleolitikum yang berkembang di Indonesia yang salah satunya adalah kebudayaan Pacitan dan Ngandong. Pada tahun 1935, Von Koenigswald menemukan alat-alat batu dan kapak genggam di daerah Pacitan. Cara kerjanya digenggam dengan tangan. Kapak ini dikerjaan dengan cara masih sangat kasar. Para ahli menyebut alat pada zaman Paleolithikum dengan nama chopper. Alat ini ditemukan di Lapisan Trinil. Cara pembuatannya adalah :

1. Memilih batu yang cocok dan mudah dibentuk
2. Batu tersebut dipukulkan dengan menggunakan batu yang lebih keras
3.Pembentukan dengan cara dihaluskan menggunakan kapak tulang, tangan juga dilindungi dengan kulit.

Selain di Pacitan, para ahli juga berhasil menemukan alat-alat tulang, flakes, alat penusuk dari tanduk rusa, dan ujung tombak bergigi di daerah Ngandong.

Alat-alat dari zaman Paleolitikum ini ditemukan pula di daerah Progo dan Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lahat (Sumatera Selatan).

Gallery

kapak perimbas (sejarahbudayaindonesia.weebly.com)




Alat serpih (encarta encyclopedia)
Alat tusuk dari tanduk Rusa (kappadrainbow.wordpress.com)

Kapak Genggam (sejarahbudayaindonesia.weebly.com)

Sumber
https://prezi.com/iett-jklqrba/paleolitikum/#_=_
http://www.slideshare.net/auliasafitri916/zaman-batu-tua
http://www.kopi-ireng.com/2015/02/zaman-paleolitikum-peninggalan-budaya.html
http://kakakpintar.com/pengertian-ciri-ciri-zaman-paleolitikum-hasil-kebudayaan-dan-manusia-pendukung/
http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/ciri-zaman-paleolitikum.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Paleolitikum
http://www.astalog.com/3983/apa-perbedaan-zaman-arkeozoikum-paleolitikum-mesolitikum-dan-neolitikum.htm




Sabtu, 24 Oktober 2015

M.E.G.A.L.I.T.I.K.U.M. - Zaman Batu #3

(ceritanya ini lagi bener jadi nulis ini*)
*disuruh sebenernya

MEGALITIKUM. Apaan sih megalitikum? Temennnya mega bytes apa gimana? /jayus

Megalitikum menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan "Zaman batu besar".

Megalitikum berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kta mega dan lithos. Kata mega berarti besar, dan lithos berarti batu. Pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan yang terbuat dan batu-batu besar. Kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai Zaman Perunggu. Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan. Walaupun kepercayaan mereka masih dalam tingkat awal, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang, Kepercayaan ini muncul karena pengetahuan manusia sudah mulai meningkat.

Kepercayaan pada zaman ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1.      Animisme, yaitu suatu kepercayaan bahwa segala sesuatu yang adadibumi baik itu hidup ataupunmati mempunyai roh.

2.      Dinamisme, yaitu kepercayaan yang menyakini 
         bahwa semua benda-benda yang ada di dunia
         ini baik hidup atau mati mempunyai daya dan
         kekuatan ghaib, misalnya pada pohon, batu
         besar, gunung, gua, azimat dan benda-benda lain
         yang dianggap keramat


Menurut Von Heine Geldern,


Von Heine Geldern
kebudayaan Megalithikum menyebar ke Indonesia melalui 2 gelombang yaitu :

1. Megalith Tua menyebar ke Indonesia pada zaman Neolithikum (2500-1500 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Kapak Persegi (Proto Melayu). Contoh bangunan Megalithikum adalah menhir, punden berundak-undak, Arca-arca Statis.

2. Megalith Muda menyebar ke Indonesia pada zaman perunggu (1000-100 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Dongson (Deutro Melayu). Contoh bangunan megalithnya adalah peti kubur batu, dolmen, waruga Sarkofagus dan arca-arca dinamis.

Apa yang dinyatakan dalam uraian di atas, dibuktikan dengan adanya penemuan bangunan batu besar seperti kuburan batu pada zaman prasejarah, banyak ditemukan manik-manik, alat-alat perunggu dan besi. Hasil kebudayaan megalithikum biasanya tidak dikerjakan secara halus, tetapi hanya diratakan secara kasar dan terutama hanya untuk mendapatkan bentuk yang diperlukan.

Kebudayaan Megalitikum meninggalan beberapa benda peninggalan. Beberapa benda tersebut juga masih digunakan oleh suku suku tertentu, seperti suku Nias.

Peninggalan kebudayaan Megalitikum, antara lain :

1. Menhir

menhir

Menhir adalah bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang, sehingga bentuk menhir ada yang berdiri tunggal dan ada yang berkelompok serta ada pula yang dibuat bersama bangunan lain yaitu seperti punden berundak-undak. Lokasi tempat ditemukannya menhir di Indonesia adalah Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan Kalimantan. Untuk mengetahui bentuk-bentuk menhir,

Bangunan menhir yang dibuat oleh masyarakat prasejarah tidak berpedoman kepada satu bentuk saja karena bangunan menhir ditujukan untuk penghormatan terhadap roh nenek moyang. Lokasi tempat ditemukannya menhir di Indonesia adalah Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan Kalimantan. Untuk mengetahui bentuk-bentuk menhir, maka simaklah gambar-gambar berikut ini.

Bangunan menhir yang dibuat oleh masyarakat prasejarah tidak berpedoman kepada satu bentuk saja karena bangunan menhir ditujukan untuk penghormatan terhadap roh nenek moyang. Selain menhir terdapat bangunan yang lain bentuknya, tetapi fungsinya sama yaitu sebagai punden berundak-undak.

2. Punden Berundak-undak

punden berundak

Punden berundak-undak adalah bangunan dari batu yang bertingkat-tingkat dan fungsinya sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal.
Bangunan tersebut dianggap sebagai bangunan yang suci, dan lokasi tempat penemuannya adalah Lebak Sibedug/Banten Selatan dan Lereng Bukit Hyang di Jawa Timur, sedangkan mengenai bentuk dari punden berundak dapat Anda amati gambar-gambar berikut ini.


3.Dolmen




dolmen

Dolmen merupakan meja dari batu yang berfungsi sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan. Adakalanya di bawah dolmen dipakai untuk meletakkan mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu.
Dengan demikian dolmen yang berfungsi sebagai tempat menyimpan mayat disebut dengan kuburan batu. Lokasi penemuan dolmen antara lain Cupari Kuningan / Jawa Barat, Bondowoso / Jawa Timur, Merawan, Jember / Jatim, Pasemah / Sumatera, dan NTT.

Bagi masyarakat Jawa Timur, dolmen yang di bawahnya digunakan sebagai kuburan/tempat menyimpan mayat lebih dikenal dengan sebutan Pandhusa atau makam Cina.

4.Sarkofagus

Hasil gambar untuk sarkofagus
sarkofagus

Sarkofagus adalah keranda batu atau peti mayat yang terbuat dari batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup. Dari Sarkofagus yang ditemukan umumnya di dalamnya terdapat mayat dan bekal kubur berupa periuk, kapak persegi, perhiasan dan benda-benda dari perunggu serta besi.
Daerah tempat ditemukannya sarkofagus adalah Bali. Menurut masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan magis/gaib. Berdasarkan pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal masyarakat Bali sejak zaman logam.

w

5.Peti kubur

Hasil gambar untuk kubur batu
kubur batu / peti kubur


Peti kubur adalah peti mayat yang terbuat dari batu-batu besar. Kubur batu dibuat dari lempengan/papan batu yang disusun persegi empat berbentuk peti mayat yang dilengkapi dengan alas dan bidang atasnya juga berasal dari papan batu.

Daerah penemuan peti kubur adalah Cepari Kuningan, Cirebon (Jawa Barat), Wonosari (Yogyakarta) dan Cepu (Jawa Timur). Di dalam kubur batu tersebut juga ditemukan rangka manusia yang sudah rusak, alat-alat perunggu dan besi serta manik-manik. Dari penjelasan tentang peti kubur, tentu Anda dapat mengetahui persamaan antara peti kubur dengan sarkofagus, dimana keduanya merupakan tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya.

6.Arca batu

Hasil gambar untuk arca batu
arca batu
Arca/patung-patung dari batu yang berbentuk binatang atau manusia. Bentuk binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau dan moyet. Sedangkan bentuk arca manusia yang ditemukan bersifat dinamis. Maksudnya, wujudnya manusia dengan penampilan yang dinamis seperti arca batu gajah.
Arca batu gajah adalah patung besar dengan gambaran seseorang yang sedang menunggang binatang yang diburu. Arca tersebut ditemukan di daerah Pasemah (Sumatera Selatan). Daerah-daerah lain sebagai tempat penemuan arca batu antara lain Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

7.Waruga

Hasil gambar untuk waruga zaman megalitikum
waruga

Waruga adalah peti kubur peninggalan budaya Minahasa pada zaman megalitikum. Didalam peti pubur batu ini akan ditemukan berbagai macam jenis benda antara lain berupa tulang- tulang manusia, gigi manuisa, periuk tanah liat, benda- benda logam, pedang, tombak, manik- manik, gelang perunggu, piring dan lain- lain. Dari jumlah gigi yang pernah ditemukan didalam waruga, diduga peti kubur ini adalah merupakan wadah kubur untuk beberapa individu juga atau waruga bisa juga dijadikan kubur keluarga (common tombs) atau kubur komunal. Benda- benda periuk, perunggu, piring, manik- manik serta benda lain sengaja disertakan sebagai bekal kubur bagi orang yang akan meninggal.

Yaak sekian dulu informasi tentang zaman MEGALITIKUM. Masih kepo? Just serch it at google or library. See ya/?