Rabu, 10 Februari 2016

Teori Masuknya Agama Hindu-Buddha ke Indonesia






Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas beragama islam, tetapi sebelum agama islam masuk ke Indonesia, agama hindu dan budha datang terlebih dahulu. Setelah islam datang, masyarakat yang beragama islam maupun yang beragama hindu atau budha dapat hidup berdampingan dan saling menjaga kerukunan.

Perkembangan kebudayaan Hindu tidak dapat lepas dari peradaban Lembah Sungai Indus, di India. Pada tahun 1500 SM Agama dan Kebudayaan Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan Bangsa Arya ke kota Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber. Kedatangan bangsa Arya ini mendesak Bangsa Dravida dan Bangsa Munda yang merupakan suku asli yang telah mendiami daerah tersebut. Bangsa Arya mempunyai kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Politeisme), dan kepercayaan Bangsa Arya tersebut berbaur dengan kepercayaan asli Bangsa Dravida. Istilah Hindu diperoleh dari nama daerah asal penyebaran Agama dan Kebudayaan Hindu Lembah Sungai Indus/Hindustan. Dalam perkembangannya, terjadinya perpaduan antara budaya Arya, budaya Dravida, dan budaya Munda yang kemudian disebut kebudayaan Hindu (Hinduisme).

Pada dasarnya yang dimaksud dengan Hinduisme adalah seluruh pandangan hidup, adat-istiadat, maupun keyakinan yang dianut oleh bangsa yang tinggal di anak benua India berdasarkan Veda. Dalam perkembangnnya para pemeluknya telah mengalami perubahan sebagai perpaduan antara Brahmanisme dan yang berdasarkan Veda dengan Budisme yang berdasarkan Jainisme.
Setelah agama ini menyebar ke seluruh india, agama Hindu- Budha kemudian menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Letak geografis kepulauan Indonesia telah menjadikan kepulauan Indonesia sebagai jalur perdagangan Internasional. Kepulauan Indonesia menjadi daerah transit ( pemberhentian ) sebelum  melanjutkan ke kedua bagian negara tersebut. Orang-orang Indonesia ternyata ikut aktif juga dalam perdagangan tersebut sehingga terjadilah kontak hubungan di antara keduanya (Indonesia - India dan Indonesia -Cina ). Hubungan itu akhirnya memberikan pengaruh terhadap perkembangan masyarakat Indonesia selanjutnya.

Menurut sejarawan Van Lew dan Wotters, hubungan dagangan antara Indonesia dan India lebih  dahulu berkembang dari pada hubungan dagang antara Indonesia dan Cina. Awalnya, orang-orang India bersikap aktif dalam Kegiatan perdagangan tersebut untuk membeli rempah rempah dan hasil tambang. Menurut Claudius Ptolomeus orang - orang India datang ke Indonesia didorong oleh kekayaan Indonesia akan perak, emas, lada dan cengkeh yang menarik para pedagang mancanegara.
Kegiatan perdagangan ini telah berlangsung sejak awal abad ke-5 M.Banyak teori yang berkembang tentang masuknya agama hindu ke Indonesia.Tapi dari kesemua teori dapat di golongkan menjadi 6 teori yang kesemuanya mempunyai pendukung dan fakta fakta sejarah dari prasasti maupun catatan perjalanan.

peta jalur perjalanan laut asia tenggara


Pada perkembangan selanjutnya, agama Hindu lebih banyak berpengaruh daripada Buddha. Bukti agama Hindu lebih dahulu masuk ke Nusantara adalah kerajaan kerajaan tertua di Indonesia, yaitu Kutai, beragama Hindu. Kerajaan Tarumanegara yang hadir setelahnya juga beragama Hindu.
Bukti lainnya adalah adanya keterangan seorang penjelajah Cina bernama Fa Hsien yang mengatakan bahwa tidak banyak penganut agama Buddha di Ye-Po-Ti atau pulau jawa . Penjelajah Cina ini datang di pulau Jawa pada tahun 414 M.

Bukti - bukti berikut ini memaparkan tentang pengaruh agama Hindu-Buddha di Indonesia, antara lain :

     ·        Di Sempaga, Sulawesi Selatan ada arca Buddha bergaya amarawati dari India Selatan di Bukit    Siguntang Sumatra Selatan dan di kota Bangun, Kutai. Arca ini bergaya gandhara India Utara 
     ·        Adanya prasasti bertuliskan Huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta di Kutai dan Tarumanegara.
     ·        Banyaknya penganut Hindu dan Buddha di nusantara atau Indonesia.
     ·        Berkembangnya kesenian yang bercorak hindu-budha seperti seni patung di Indonesia.
     ·        Penggunaan kata warman sebagai nama raja seperti raja di India.
     ·        Munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia memengaruhi kehidupan masyarakat di  kepulauan nusantara .
     ·        Masyarakat nusantara menggunakan bahasa Sanskerta dan tulisan Pallawa dalam kehidupan sehari hari.
     ·        Adanya sistem kemaharajaan.
     ·        Adanya kitab-kitab sastra seperti Ramayana dan Mahabharata yang bercorak Hindu.

Setelah mengetahui beberapa bukti pengaruh agama Hindu – Budha, lantas bagaimana agama ini bisa masuk ke Indonesia? Berikut ini dipaparkan teori tentang masuknya agama hindu – budha ke Indonesia yang dikemukakan para ahli. Disertai pula dengan kelebihan dan kekurangannya
    
    1.   Teori Brahmana.




Teori ini pertama kali dikemukakan oleh J.C Van Leur. Van Leur berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para pendeta. Hal ini didasarkan bahwa agama Hindu bukanlah agama yang demokratis bagi orang banyak. Yang mampu membaca bahasa sansekerta hanya kaum brahmana saja.

Para pendeta ini datang ke nusantara di undang oleh raja raja yang berkuasa di nusantara untuk melakukan upacara upacara keagamaan maupun pengangkatan raja raja baru.

Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan para brahmana di nusantara dalam rangka penyebaran agama Hindu antara lain.

a. Abhiseka, yaitu upacara pengangkatan penobatan raja baru
b. Vratyastoma, yaitu upacara pencucian diri (pemberian kasta),
c. Kulapanjika, yaitu memberikan silsilahketurunan raja
d. Castra, yaitu cara membuat mantra mantra.

Kelebihan Teori Brahmana

Agama Hindu adalah milik kaum Brahmana sehingga merekalah yang paling tahu dan paham mengenai ajaran agama Hindu. Urusan keagamaan merupakan monopoli kaum Brahmana bahkan kekuasaan terbesar dipegang oleh kaum Brahmana sehingga hanya golongan Brahmana yang berhak dan mampu menyiarkan agama Hindu.

Prasasti Indonesia yang pertama menggunakan berbahasa Sanskerta, sedangkan di India sendiri bahasa itu hanya digunakan dalam kitab suci dan upacara keagamaan. Bahasa Sanskerta adalah bahasa kelas tinggi sehingga tidak semua orang dapat membaca dan menulis bahasa Sanskerta.

Di India hanya kasta Brahmana yang menguasai bahasa Sanskerta sehingga hanya merekalah yang dapat dan boleh membaca kitab suci Weda. Karena Raja-raja yang ada di Indonesia kedudukannya ingin diakui dan kuat seperti Raja-raja di India maka mereka dengan sengaja
mendatangkan kaum Brahmana dari India untuk mengadakan upacara penobatan dan mensahkan kedudukan mereka di Indonesia sebagai Raja. Dan mulailah dikenal istilah kerajaan. Karena upacara penobatan tersebut secara Hindu maka secara otomatis Raja juga dinyatakan beragama Hindu, jika Raja beragama Hindu maka rakyatnya pun akan
mengikuti Raja.

Ketika menobatkan Raja, kaum Brahmana pasti membawa kitab Weda ke Indonesia. Sebelum kembali ke India tak jarang para Brahmana tersebut akan meninggalkan Kitab Weda sebagai hadiah bagi Raja. Kitab tersebut selanjutnya akan dipelajari oleh Raja dan digunakan untuk menyebarkan agama Hindu di Indonesia.

Karena Raja telah mengenal Brahmana maka secara khusus Raja juga meminta Brahmana untuk mengajar di lingkungan istananya. Dari hal inilah maka agama dan budaya India dapat berkembang di Indonesia.

Kelemahan Teori Brahmana

Menurut ajaran Hindu kuno, seorang Brahmana dilarang untuk menyeberangi lautan apalagi meninggalkan tanah airnya. Jika ia melakukan hal tersebut maka ia akan kehilangan hak akan kastanya, sehingga mendatangkan para Brahmana ke Indonesia bukan merupakan hal
yang wajar.

    2.   Teori Ksatria
\


Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu masuk ke Nusantara dibawa oleh prajurit yang mengadakan ekspansi perluasan wilayah dari India ke Indonesia. Berikut hipotesis beberapa ahli yang mendukung teori ksatria :

 ·        C.C Berg
             C.C Berg berpendapat bahwa golongan yang turut menyebarkan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonsia adalah para petualang yangsebagian besar berasal dari golongan Ksatria. Para Ksatria ini ada yang terlibat konflik dalam masalah perebutan kekuasaan di Indonesia. Bantuan yang diberikan oleh para Kstaria ini sedikit banyak membantu kemenanganvbagi salah satu kelompok atau suku yang bertikai. Sebagai hadiah atas kemenangan itu, ada di antara mereka yang dinikahkan dengan salah seorang putri dari kepala suku yang dibantunya. Dari perkawinannya ini memudahkan bagi para Ksatira untuk menyebarkan tradisi Hindu-Buddha dalam masyarakat indonesia.

      ·        Mookerji
            Mookerji mengatakan bahwa golongan Ksatria ( tentara ) dari india yang membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia. Para Ksatria ini kemudian membangun koloni-koloni yang akhirnya berkembang menjadi sebuah kerajaan. Para koloni ini kemudian mengadakan hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan di India dan mendatangkan para seniman yang berasal dari India untuk membangun candi-candi di Indonesia.
     
     ·        J.L Moens
            Dia mencoba menghubungkan proses terbentuknya kerajaan-kerajan di indonesia pada awal abad ke-5 dengan situasi yang terjadi di India pada abad yang sama. Perlu diketahui bahwa sekitar abad ke-5, banyak kerajaan-kerajaan di India Selatan yang mengalami kehancuran. Ada di antara para keluarga kerajaan tersebut, yaitu para Ksatrianya yang melarikan diri ke Indonesia. Mereka ini selanjutnya mendirikan kerajaan di kepulauan Nusantara.

Kelebihan Teori Ksatria
Kekuatan teori ini terletak pada semangat petualangan para kaum ksatria.

Kelemahan Teori Ksatria
Kelemahan teori ini antara lain :
 ·        Para Ksatria tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa
 ·        Apabila daerah Indonesia pernah menjadi daerah taklukkan kerajaan-kerajaan India, tentunya ada bukti prasasti (jaya prasasti) yan menggambarkan penaklukkan tersebut. Akan tetapi, baik di India maupun Indonesia tidak ditemukan prasasti semacam itu. Adapun prasasti Tanjore yang menceritakan tentang penaklukkan kerajaan Sriwijaya oleh salah satu kerajaan Cola di India, tidak dapat dipakai sebagai bukti yang memperkuat hipotesis ini. Hal ini disebabkan penaklukan tersebut terjadi pada abad ke-II sedangkan bukti-bukti yang diperlukan harus menunjukkan pada kurun waktu yang lebih awal.

    3.   Teori waisya




Teori ini digagas oleh N.J. Krom yang mengatakan bahwa agama Hindu masuk ke Kepulauan nusantara dibawa oleh para pedagang dari India.Pedagang dari India tersebut Selain berdagang juga menyebarkan agama Hindu. Muncul pula dugaan ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia.

Mereka bermukim di indonesia kemudian aktif melakukan hubungan sosial tidak saja dengan masyarakat indonesia secara umum tetapi juga dengan pemimpin kelompok masyarakat. Lewat interaksi itu mereka menyebarkan dan memperkenalkan agama dan kebudayaan mereka.

Kelebihan teori Waisya

Banyaknya sumber daya alam di Indonesia membuat para Waisya (kelompok pedagang) tertarik untuk bertransaksi jual beli di Indonesia. Pada saat itu, kebanyakan pedagang yang datang ke Indonesia berasal dari India yang merupakan pusat agama hindu, sehingga ketika mereka berdagang, mereka juga menyebarkan ajaran agama Hindu dan Buddha.

Kelemahan teori Waisya

Para pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa yang umumnya hanya dikuasai oleh kasta Brahmana.

Bantahan para ahli terhadap teori Waisya

Motif mereka datang sekedar untuk berdagang bukan untuk menyebarkan agama Hindu sehingga hubungan yang terbentuk antara penduduk setempat bahkan pada raja dengan para saudagar (pedagang India) hanya seputar perdagangan dan tidak akan membawa perubahan besar terhadap penyebaran agama Hindu. Mereka lebih banyak menetap di daerah pantai untuk memudahkan kegiatan perdagangannya. Mereka datang ke Indonesia untuk berdagang dan jika mereka singgah mungkin hanya sekedar mencari perbekalan untuk perjalanan mereka selanjutnya atau untuk menunggu angin yang baik yang akan membawa mereka melanjutkan perjalanan. Sementara itu kerajaan Hindu di Indonesia lebih banyak terletak di daerah pedalaman seperti Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Sehingga, penyebarluasan agama Hindu tidak mungkin dilakukan oleh kaum Waisya yang menjadi pedagang.

Meskipun ada perkampungan para pedagang India di Indonesia tetapi kedudukan mereka tidak berbeda dengan rakyat biasa di tempat itu, mereka yang tinggal menetap sebagaian besar hanyalah pedagang-pedagang keliling sehingga kehidupan ekonomi mereka tidak jauh berbeda dengan penduduk setempat. Sehingga pengaruh budaya yang mereka bawa tidaklah membawa perubahan besar dalam tatanegara dan kehidupan keagamaan
masyarakat setempat.

Kaum Waisya tidak mempunyai tugas untuk menyebarkan agama Hindu sebab yang bertugas menyebarkan agama Hindu adalah Brahmana. Lagi pula para pedagang tidak menguasai secara mendalam ajaran agama Hindu dikarenakan mereka tidak memahami bahasa Sansekerta sebagai pedoman untuk membaca kitab suci Weda. Tulisan dalam prasasti dan bangunan keagamaan Hindu yang ditemukan di Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yang hanya digunakan oleh Kaum Brahmana dalam kitab-kitab Weda dan upacara keagamaan.

    4.   Teori Sudra




Van Feber  mengungkapkan bahwa orang India berkasta Sudra (pekerja kasar) menginginkan kehidupan yang lebih baik daripada mereka tinggal menetap di India sebagai pekerja kasar bahkan tak jarang mereka dijadikan sebagai budak para majikan sehingga mereka pergi ke daerah lain bahkan ada yang sampai ke Indonesia.  Orang berkasta sudra yang berada pada kasta terendah di India tidak jarang dianggap sebagai orang buangan sehingga mereka meninggalkan daerahnya pergi ke daerah lain bahkan keluar dari India hingga ada yang sampai ke Indonesia agar mereka mendapat kedudukan yang lebih baik dan lebih dihargai.

Kelebihan teori Sudra
Kaum Sudra di India memang benar - benar tertindas. Hal tersebut menjadi alasan yang mendasar perginya kaum udra dari India.

Kelemahan teori Sudra
Kaum Sudra adalah kasta yang paling rendah di India. Golongan ini sebagian besar diisi oleh budak atau pekerja kasar. Maka, golongan ini tidak mungkin menguasai huruf pallawa, karena hanya kaum brahman lah yang dapat mengerti huruf pallawa. Sedangkan pasasti di Indonesia menggunakan huru pallawa dn bahasa sansekerta.

    5.   Teori Arus Balik  

Teori ini menyatakan bahwa di kemudian hari, bangsa Nusantara tidak hanya menerima pengetahuan dari orang-orang India maupun orang asing yang datang. Mereka juga aktif mencari ilmu  agama Hindu di negeri orang dan menyebarkannya setelah kembali ke kerajaan masing masing di nusantara. Pencetusnya dalah F.D.K Bosch.

F.D.K Bosch
          Menurutnya yang pertama kali datang ke Indonesia adalah mereka yang memiliki semangat untuk menyebarkan Hindu-Buddha, yaitu para intelektual yang ikut menumpang kapal-kapal dagang. Setelah tiba di Indonesia, mereka menyebarkan ajarannya. Karena pengaruhnya itu, ada di antara tokoh masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya
tersebut. Pada perkembangan selanjutnya banyak orang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berkunjung dan belajar agama Hindu-Buddha di India. Sekembalinya di Indonesia, merekalah yang mengajarkannya kepada masyarakat Indonesia yang lain. Bukti-bukti dari pendapat tersebut adalah adanya prasasti Nalanda yang menyebutkan bahwa Balaputradewa (raja Sriwijaya) telah meminta kepada raja di India untuk membangun
wihara di Nalanda sebagai tempat untuk menimba ilmu para. Permintaan raja Sniwijaya itu ternyata dikabulkan. Para tokoh atau pelajar Sriwijaya menuntut ilmu di sana lalu mereka kembali ke Indonesia. Merekalah yang selanjutnya menyebarkan pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia.

Dalam teori ini proses penyebaran budaya hindu – budha terjadi dalam dua tahap yaitu :

Pertama, proses penyebaran di lakukan oleh golongan pendeta Budha atau para biksu, yang menyebarkan agama Budha ke Asia termasuk Indonesia melalui jalur dagang, sehingga di Indonesia terbentuk masyarakat Sangha, dan selanjutnya orang-orang Indonesia yang sudah menjadi biksu, berusaha belajar agama Budha di India. Sekembalinya dari India mereka membawa kitab suci, bahasa sansekerta, kemampuan menulis serta kesan-kesan mengenai kebudayaan India. Dengan demikian peran aktif penyebaran budaya India, tidak hanya orang India tetapi juga orang-orang Indonesia yaitu para biksu Indonesia tersebut. Hal ini dibuktikan melalui karya seni Indonesia yang sudah mendapat pengaruh India masih menunjukan ciri-ciri Indonesia.

Kedua, proses penyebaran kedua dilakukan oleh golongan Brahmana terutama aliran Saiva-siddharta. Menurut aliran ini seseorang yang dicalonkan untuk menduduki golongan Brahmana harus mempelajari kitab agama Hindu bertahun-tahun sampai dapat ditasbihkan menjadi Brahmana. Setelah ditasbihkan, ia dianggap telah disucikan oleh Siva dan dapat melakukan upacara Vratyastome / penyucian diri untuk menghindukan seseorang.

Kelebihan teori arus balik
Adanya bukti tertulis tentang peginy utusan Sriwijaya menuju India untuk belajar.

Kelemahan teori arus balik
Teori arus balik membutuhkan waktu yang relatif cukup lama. Mulai dari dikirimnya pelajar sampai pendakwahan ajaran ini.

Dilihat dari sumber - sumber yang saya dapatkan, menurut saya teori yang hmpir mendekati benar adalah teori Brahmana. Karena hanya golongan Brahman lah yang dapat membaca dan mengerti huruf Pallawa dan Bahasa Sansekerta. Di India sendiri, bahasa sanekerta hanya digunakan dalam upacara keagamaan yang dilakukan kaum brahman. Sedangkan prasasti dan peninggalan hindu - budha yang ditemukan di Indonesia ebagian besar berbahasa Sansekerta dan menggunakan huruf Pallawa. Tapi ini hanyalah opini saya semata. Berbeda orang yang melihat berbeda pula cara pandangnya.

Jadi, menurut anda mana yang benar? 







Sumber :
http://www.artikelsiana.com/2014/08/teori-tentang-masuk-dan-berkembangnya.html#
http://solusismart.com/teori-masuknya-hindu-budha-ke-indonesia/
http://artikelmateri.blogspot.co.id/2016/01/teori-masuknya-agama-hindu-budha-di-ke-indonesia.html
https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=12&idmateri=119&lvl1=2&lvl2=0&lvl3=0&kl=7
http://www.pengertiansejarah.com/proses-masuk-dan-berkembangnya-agama-hindu-buddha-di-indonesia.html
http://www.gerbangilmu.com/2014/06/teori-masuknya-hindu-buddha-ke.html
http://www.idsejarah.net/2015/07/sejarah-masuknya-hinduisme-ke-indonesia.html 
http://www.materisma.com/2014/02/teori-masuknya-agama-dan-kebudayaan-hindu-buddha.html
http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/5-teori-masuknya-hindu-budha-ke-indonesia.html
http://www.astalog.com/2786/kelebihan-dan-kelemahan-teori-brahmana.htm
http://ilmusosial.net/kelemahan-dan-kelebihan-teori-waisya.html
http://www.slideshare.net/arelyafebriane7/tugas-sejarah-x
http://www.sarisejarah.com/2014/11/hasil-diskusi-tentang-kelebihan-dan.html
Hapsari, Ratna ; Buku Sejarah Indonesia ; ERLANGGA


Kamis, 28 Januari 2016

Sejarah itu Dekat dengan Kita, ToF?


Sejarah. Ilmu yang berbicara tentang peristiwa masa lalu manusia. Dekat dengan kita? Itu kan masa lalu. Mari kita telisik lebih dalam lagi pernyataan ini.

Sejarah memang berbicara tentang masa lalu. Masa lalu ngapain sih di inget inget yang udah biarlah berlalu. Kata anak zaman sekarang sih gitu. Tapi sadarkah kalian, sejarah amatlah dekat. Kejadian semenit yang lalu dapat juga dikatakan sejarah. Akan tetapi sejarah dalam keilmuan haruslah hal yang berpengaruh luas. Misalnya sejarah nusantara, berarti peristiwa itu berpengaruh bagi seluruh negeri.

Kata sejarah juga berasal dari kata bahasa arab yang berarti pohon. Pohon ini merujuk pada silsilah keluarga yang bercabang – cabang layaknya silsilah keluarga. Nah, ketemu lagi kan. Keluarga juga masuk ke dalam sejarah, sangat dekat bukan.

Ulang tahun juga merupakan sejarah. Menurut hukum fatum salah satu sifat sejarah yaitu sejarah adalah suatu hal yang berulang. Ulang tahun adalah suatu bentuk pengulangan sejarah. Masih mau bilang sejarah itu di buang jauh jauh? Gapernah ulang tahun jangan jangan wkwk.

Kenapa saya membahas tentang kedekatan sejarah dengan kehidupan kita? Ini adalah suatu bentuk ajakan untuk lebih mendalami lagi sejarah. Banyak anak Indonesia yang tidak menyukai sejarah. Dibilang kuno lah, ribet lah, bacaannya banyak, dan lain – lain. Padahal tanpa sadar sejarah itu ia lalui setiap hari bahkan detik. Belajar sejarah itu banyak untungnya. Salah satunya adalah dengan sejarah kita dapat mengambil banyak pelajaran. Seperti yang di terangkan pada Q.S. Yusuf : 111

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.... “

Orang yang mempunyai akal berarti orang yang memiliki ilmu. Hanya orang orang yang mengetahui ilmunyalah yang dapat mengambil pelajaran. Maka dari itu belajar sejarah itu penting.ingat kata proklamator bangsa ini, bapak Soekarno. Jas merah. Jangan sekali kali melupakan sejarah. Orang yang melupakan sejarah seperti kacang yang lupa kulitnya. Anak yang lupa pada ibunya. Jadi, ayo semangat belajar sejarah.

Pelajari, dan ambil hikmahnya.

Semangat!

N.E.O.L.I.T.I.K.U.M. - Zaman Batu #4

Yaaak balik lagi kita ke zaman batu. Artikel ini adalah bahasan terakhir di periode zaman batu. Tunggu materi selanjutnya hahahaha. Enjooy/?

    Zaman neolitikum atau yang dikenal juga sebagai zaman batu muda dimulai sekitar tahun 1500 SM di Indonesia. Zaman ini tentunya sudah lebih maju jika dibandingkan dengan zaman sebelumnya, Mesolitikum. Neolitikum bahkan juga sering disebut sebagai revolusi budaya dan ada beberapa budaya yang masih digunakan untuk manusia di zaman modern saat ini.

Revolusi neolitikum menurut beberapa ahli adalah, sebagai berikut ;
    Josh Antonio
    Revolusi yang berkaitan dengan budaya, yaitu perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Neolitikum adalah fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan.
Jadi, Revolusi Neolitikum adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi pada masa / jaman Neolitikum dimana masyarakat mulai menggunakan cara-cara baru untuk bertahan hidup.
Contohnya antara lain :
• Masyarakat zaman neolitikum yang tadinya sekedar pengumpul makanan mulai menjadi penghasil makanan dengan melakukan bertani dan berternak.
• Mereka tidak lagi hidup berpindah-pindah (nomaden), tetapi relative telah menetap dan tinggal di perkampungan kecil dengan membangun rumah permanen secara menggerombol.
• Jenis peralatan yang digunakan juga sudah mulai berkembang. Dimana dulunya mereka hanya mengandalkan bebatuan yang seadanya, lalu berubah dengan cara menggosok alat-alat tersebut hingga halus dan efektif untuk pekerjaan mereka seperti mencocok tanam. Alat-alat batu yang menonjol saat itu ialah beliung persegi dan belincung. Beliung persegi/kapak ini digunakan untuk melubangi kayu atau kalau yang berukuran kecil digunakan untuk membuat ukiran.
• Mereka juga sudah mulai membuat banyak tembikar dari tanah liat untuk membuat alat-alat rumah tangga.
     Detty Hermawaty
     Manusia yang dulunya hanya menjadi pengumpul makanan kini menjadi penghasil makanan. Perubahan yang sangat mendasar itu sering disebut revolusi neolitikum.
     Muhammad Ridman
     Pada zaman Neolitikum, keadaan lingkungan alam banyak berubah. Naiknya permukaan air laut menyebabkan daratan bertambah sempit. Sehingga wilayah tempat manusia berburu makin sempit. Perubahan yang sangat mendasar tersebut sering disebut revolusi neolitikum, walaupun sebenarnya perubahan tersebut terjadi dalam jangka waktu yang lama.
     Kehidupan pada masa ini semakin maju. Manusia tidak hanya sudah hidup secara menetap tetapi juga telah bercocok tanam. Masa ini penting dalam sejarah perkembangan masyarakat dan peradaban karena pada masa ini beberapa penemuan baru berupa penguasaan sumber-sumber alam bertambah cepat. Berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan hewan mulai dipelihara dan dijinakkan. Hutan belukar mulai dikembangkan, untuk membuat ladang-ladang. Dalam kehidupan bercocok tanam ini, manusia sudah menguasai lingkungan alam beserta isinya. Masyarakat pada masa bercocok tanam ini hidup menetap dalam suatu perkampungan yang dibangun secara tidak beraturan. Pada awalnya rumah mereka masih kecil-kecil berbentuk kebulat-bulatan dengan atap yang dibuat dari daun-daunan. Rumah ini diduga merupakan corak rumah paling tua di Indonesia yang sampai sekarang masih dapat ditemukan di Timor, Kalimantan Barat, Nikobar, dan Andaman. Kemudian barulah dibangun bentuk-bentuk yang lebih besar dengan menggunakan tiang. Rumah ini berbentuk persegi panjang dan dapat menampung beberapa keluarga inti. Rumah-rumah tersebut mungkin dibangun berdekatan dengan ladang-ladang mereka atau agak jauh dari ladang. Rumah yang dibangun bertiang itu dalam rangka menghindari bahaya dari banjir dan binatang buas.
     Masyarakat pada zaman neolitikum ini memiliki ciri yang khas. Salah satunya ialah sikap terhadap alam kehidupan sudah mati. Kepercayaan bahwa roh seseorang tidak lenyap pada saat orang meninggal sangat mempengaruhi kehidupan mereka. Upacara yang paling menyolok adalah upacara pada waktu penguburan terutama bagi mereka yang dianggap terkemuka oleh masyarakat. Biasanya yang meninggal dibekali bermacam-macam barang keperluan sehari-hari seperti perhiasan, periuk, dan lain-lain agar perjalanan si mati ke alam arwah terjalin keselamatannya.
     Jasad seseorang yang telah mati dan mempunyai pengaruh kuat biasanya diabadikan dengan mendirikan bangunan batu besar. Jadi, bangunan itu menjadi medium penghormatan, tempat singgah, dan lambang si mati. Bangunan-bangunan yang dibuat dengan menggunakan batu-batu besar itu pada akhirnya melahirkan kebudayaan yang dinamakan megalitikum (batu besar). Salah satu contoh bangunan megalitikum adalh kubur batu, sarkofagus ,dan waruga yang ketiganya berfungsi sebagai makam.
     Kemajuan masyarakat dalam masa neolitikum ini tidak saja dapat dilihat dari corak kehidupan mereka, tetapi juga bisa dilihat dari hasil-hasil peninggalan budaya mereka. Yang jelas mereka semakin meningkat kemampuannya dalam membuat alat-alat kebutuhan hidup mereka. Alat-alat yang berhasil mereka kembangkan antara lain beliung persegi, kapak lonjong, alat-alat obsidian, mata panah, gerabah, perhiasan, dan bangunan megaltikum. Berikut alat alat atau hasil kebudayaan pada masa neolitikum :

1. Beliung persegi atau kapak persegi ditemukan hampir seluruh kepulauan Indonesia, terutama bagian barat seperti desa Sikendeng, Minanga Sipakka dan Kalumpang (Sulwasei), Kendenglembu (Banyuwangi), Leles Garut (Jawa Barat), dan sepanjang aliran sungai Bekasi, Citarum, Ciherang, dan Ciparege (Rengasdengklok). Fungsi beliung persegi antara lain :

1. Sebagai tajak untuk menanam tumbuhan`
2. Sebagai pisau untuk mengetam padi.
3. Alat pembuat perahu(memotong, mengerat, memukul).
4. Alat yang kecil sebagai pahat.
5. Komoditas dagang (barter).
6. Sebagai bekal kubur.

2. Kapak lonjong ditemukan terbatas hanya di wilayah Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Sangihe-Talaud, Flores, Meluku, Leti, Tanibar dan Papua. Kapak ini umumnya lonjong dengan pangkal agak runcing dan melebar pada bagian tajaman. Bagian tajaman diasah dari dua arah sehingga menghasilkan bentuk tajaman yang simetris. Fungsi dari kapak lonjong ini sama dengan kapak persegi. Kapak lonjong pada umumnya digunkan sebagai alat bercocok tanam. Kapak lonjong yang berukuran besar digunakan sebagai alat perkakas sedangkan kapak yang berukuran kecil digunakan sebagai wasiat atau pusaka yang mengandung usur mistis. Kapak lonjong yang kecil ini tidak digunakan sebagai alat perkakas.

3. Alat-alat obsidian merupakan alat-alat yang dibuat dari batu kecubung. Alat-alat obsidian ini berkembang secara terbatas di beberapa tempat saja, seperti di dekat Danau Kerinci (Jambi), Danau Bandung dan Danau Cangkuang Garut, Leuwiliang Bogor, Danau Tondano (Minahasa), dan sedikit di Flores Barat.

4. Gerabah yang mempunyai fungsi sebagai wadah atau tempat untuk keperluan rumah tangga. Tetapi ada yang ditemukan di beberapa tempat gerabah juga berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan tulang belulang manusia seperti di wilayah pulau jawa bagian selatan ( pantai selatan ) . Di bali sebagai bekal kubur dan juga ada yang di gunakan sebgai kandang lembu di wilayah banyuwangi dan sumba.

5. Perhiasan (gelang dan kalung yang terbuat dari batu indah). Banyak di temukan di wilayah Pulau jawa.

6. Pakaian dari kulit kayu. Manusia pada masa neolitikum mereka sudah bisa membuat pakaian dari kulit kayu yang sederhana yang telah di perhalus.

7. Tembikar ( Periuk belanga ). Ditemukan di wilayah pulau sumatra dan di sumba, di wilayah sumba banyak ditemukan periuk belanga yang digunakan sebagai wadah tulang belulang manusia


GALLERY
gerabah (artikeldansuratku.blogspot.com)

Kapak lonjong (sejarahbudayanusantara.weebly.com)

kapak persegi (meneketeheonline.blogspot.com)
perhiasan neolitikum (wacananusantara.org)
Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Neolitikum
http://buihkata.blogspot.co.id/2012/11/ciri-ciri-zaman-batu-neolitikum-zaman.html
http://zaaqys.blogspot.co.id/2013/10/beberapa-pengertian-dari-revolusi.html
http://pendsejarah.blogspot.co.id/2013/12/peninggalan-corak-khusus-neolitikum.html


QOTD #2



“I've learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.”
 
― Maya Angelou

Sejarah ituu.....


Blog ini sudah cukup banyak membahas materi berkenaan dengan sejarah. Namun, apakah kalian tahu sejarah itu apa? Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan tentang apa itu sejarah. Happy reading!

Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan.

Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.

Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.


Ada banyak pendapat mengenai pengertian sejarah. Berikut sejarah menurut beberapa ahli :


1. Pengertian Sejarah Oleh W.J.S Poerwordaminta
        Dalam kamus Umum bahasa Indonesia oleh bahwa terdapat tiga pengertian sejarah yaitu:
    1. Seluruh kesusasteraan lama, silsilah dan asal usul
    2. Kejadian yang benar benar terjadi di masa lampau
    3. Ilmu pengetahuan, cerita pembelajaran tentang pengetahuan

2. Pengertian sejarah menurut Norman E. Cantor
    Pengertian sejarah adalah studi tentang apa yang telah diperbuat, dikatakan dan dipikirkan oleh   manusia pada masa lampau

3.Pengertian sejarah menurut R.Mohammad Ali
   Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, mempertegas pengertian sejarah sebagai berikut:
   1. Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
   2. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
   3. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

4. Pengertian sejarah menurut Ibnu Khaldun (1332-1406)
    Pengertian sejarah menurut sejarawan muslim ini bahwa pengertian sejarah adalah rekaman perputaran masa dan pergantian kekuasaan yang terjadi pada masa lampau bila dilihat dari sisi luar, dan sejarah apabila dilihat dari sisi dalam adalah suatu studi dan penalaran kritis dan usaha cermat untuk mencari kebenaran. Dalam pengertian sejarah ini, diartikan bahwa sejarah merupakan suatu penjelasan yang cerdas tentang sebab dan asal usul segala sesuatu ataupun suatu pengetahuan mendasar tentang bagaimana dan mengapa peristiwa peristiwa itu terjadi. Dalam pengertian sejarah oleh Ibnu Khaldun ini anda tidak boleh melihat bahwa mencari kebenaran hanya dengan mengumpulkan fakta fakta saja akan tetapi menalarkan fakta yang ada.

5. Pengertian sejarah menurut Edward Hallet Carr
    Pengertian sejarah adalah suatu proses interaksi terus menerus antara sejarawan dengan fakta fakta yang ada padanya atau suatu dialog yang tidak ada hentinya antara masa sekarang dan masa lampau. Hal yang harus anda perhatikan dalam pengertian sejarah ini adalah adanya kontinuitas atau berkesinambungan. Kontinuitas yang dimaksud dalam pengertian sejarah ini adalah bahwa apa yang terjadi pada masa sekaran merupakan kelanjutan dari apa yang terjadi pada masa lampau.

6. Pengertian Sejarah Menurut Kuntowijoyo
    Pengertian sejarah menurut Kuntowijoyo ada dua yaitu pengertian sejarah secara positif dan pengertian sejarah secara negatif. Pengertian sejarah secara positif yaitu ilmu tentang manusia , tentang waktu , tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial dan ilmu tentang sesuatu yang terinci dan tertentu. Sedangkan, pengertian sejarah secara negatif adalah bukan mitos, filsafat, bukan ilmu alam dan bukan sastra.
    Dalam pengertian sejarah ini kita harus memahami bahwa sejarah menyuguhkan fakta secara diakronis, unik, empiris dan ideografis.
    Sejarah bersifat ideografis karena sejarah menggambarkan, memaparkan, dan menceritakan sesuatu. Sementara itu sejarah bersifat diakronis karena berhubungan dengan perjalanan waktu.
    Sejarah bersifat unik karena berisi hasil penelitian tentang hal-hal yang unik dan secara khas hanya berlaku pada sesuatu. bukan hanya itu, sejarah juga bersifat empiris, yaitu sejarah berpegang teguh pada pengalaman manusia yang benar benar terjadi terjadi.

7. Pengertian Sejarah Menurut J.V. Bryce
    Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

8. Pengertian Sejarah Menurut W.H. Walsh
    Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia pada masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

9. Pengertian Sejarah Menurut Patrick Gardiner
    Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.

10. Pengertian Sejarah Menurut Roeslan Abdulgani
      Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan pada masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.

11. Pengertian Sejarah Menurut Moh. Yamin
      Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

12. Pengertian Sejarah Menurut Thomas Carlyle
      Sejarah sebagai peristiwa masa lalu yang mempelajari biografi orang-orang terkenal dimana mereka berperan sebagai penyelamat pada zaman mereka. Mereka adalah orang-orang besar yang pernah dicatat sebgai pembawa perubahan pada masa kini.

13. Pengertian Sejarah Menurut Collingwood
      Sejarah adalah ilmu atau sebuah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang perilaku manusia pada masa lampau

Jadi sebenarnya sejarah itu apa? Dari kutipan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sejarah itu adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia pada masa lalu, memiliki bukti ilmiah yaitu peninggalan berupa artefak maupun fosil, yang memiliki sifat diakronis, unik, empiris dan ideografis. Itulah pengertian sejarah menurut saya. Kamu pun juga dapat menyimpulkannya sendiri. Mungkin kamu juga dapat masuk ke deretan orang diatas yang memberikan pengertian tentang sejarah. Mengapa tidak?

Sumber
id.wikipedia/wiki/sejarah
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/08/6-pengertian-sejarah-menurut-para-ahli-lengkap.html
https://sejarahsingkatind.wordpress.com/2011/03/21/pengertian-sejarah-dan-ilmu-sejarah-3/
http://www.kajianteori.com/2013/09/pengertian-sejarah.html 

Selasa, 26 Januari 2016

M.E.S.O.L.I.T.I.K.U.M - Zaman Batu #2

Pada kesempatan kali ini gue bakal bawa materi baruuu. Masih muter muter sama Zaman Batu -karena materinya masih itu. Semoga aja ga bosen. zaman yang bakal dibahas adalah zaman setelah zaman paleolitikum. Penasaran? Pasti nggak. Enjooy/?


Mesolitikum atau Zaman Batu Madya atau Zaman Batu Tengah (Bahasa Yunani: mesos "tengah", lithos batu) adalah suatu periode dalam perkembangan teknologi manusia, antara Paleolitik atau Zaman Batu Tua dan Neolitik atau Zaman Batu Muda. Istilah ini diperkenalkan oleh John Lubbock dalam makalahnya "Zaman Prasejarah" (bahasa Inggris: Pre-historic Times) yang diterbitkan pada tahun 1865.
Zaman mesolitikum adalah zaman di mana manusia masih menggunakan batu sebagai alat dalam kegiatan sehari – harinya. Zaman mesolitikum sendiri disebut dengan zaman batu tengah dan terjadi pada masa holsen sekitar 10. 000 tahun yang lalu.
Pada zaman mesolitikum, manusia hidup tidak jauh berbeda dengan zaman paleolitikum, yaitu dengan berburu dan menangkap ikan. Namun, pada masa ini manusia lebih cerdas dibandingkan dengan para pendahulunya. Manusia pada masa itu mulai mempunyai tempat tinggal agak tetap dan bercocok tanam secara sederhana. Tempat tinggal yang mereka pilih umumnya berlokasi di tepi pantai (kjokkenmoddinger) dan goa-goa (abris sous roche) sehingga tidak heran di tempat tersebut banyak ditemukan peninggalan – peninggalan pra sejarah.
Kjokkenmoddinger diambil dari bahasa Denmark, yaitu kjokken yang berarti dapur dan modding yang berarti sampah. Jadi, Kjokkenmoddinger adalah sampah dapur. Dalam pengertian yang sebenarnya Kjokkenmoddinger adalah fosil yang berupa timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput sehingga mencapai ketinggian ± 7 meter. Fosil ini ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatera, yakni antara daerah Langsa hingga Medan. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa manusia purba pada zaman ini sudah mulai menetap.
Sedangkan Abris sous roche adalah goa menyerupai ceruk batu karang yang digunakan manusia sebagai tempat tinggal. Ceruk-ceruk di dalam batu karang memberikan perlindungan terhadap hujan dan panas. Di dalam dasar gua ini didapatkan banyak peninggalan kebudayaan, dari jenis paleolitikum sampai permulaan neolitikum, tetapi sebagian besar dari zaman mesolitikum.
Penyelidikan pertama terhadap abris sous roche dilakukan oleh van Stein Callenfels di Gua Lawa dekat Sampung (Ponorogo, Madiun), dari tahun 1928-1931. Alat-alat yang ditemukan banyak sekali macamnya : alat-alat bantu, seperti ujung panah dan flakes, batu-batu penggilingan, kapak-kapak yang sudah diasah, alat-alat dari tulang dan tanduk rusa, dll.
Dibandingkan dengan zaman batu sebelumnya, pada zaman ini manusia mulai mengalami perkembangan budaya yang lebih cepat. Perkembangan budaya yang cepat ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah keadaan alam yang lebih stabil. Akibatnya, manusia pada zaman ini hidup dengan lebih tenang, sehingga mereka bisa mengembangkan kebudayaannya. Salah satu perkembangannya adalah manusia pada zaman itu sudah mempunyai kemampuan membuat kerajinan gerabah dari tanah liat.
Mereka juga sudah mulai bercocok tanam meskipun dengan cara yang masih sederhana. Manusia purba pada masa ini masih menggunakan alat – alat yang diambil dari tulang dan tanduk hewan untuk digunakan dalam kehidupan sehari – hari seperti pada masa mengumpulkan makanan tingkat awal atau paleolitikum.
Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa ciri zaman mesolitikum adalah :

1. Manusia di zaman ini sudah tidak lagi nomaden atau menetap di gua, maupun di pantai.
2. Manusia zaman ini sudah mengumpulkan makanan dan bercocok tanam.
3. Manusia zaman ini sudah bisa membuat kerajinan dari gerabah.

Menurut penelitian para ahli sejarah, manusia yang hidup pada zaman mesolitikum adalah Ras Melanosoide. Ras Melanesia atau disebut juga dengan Papua Melanosoide merupakan rumpun bangsa Melanosoide/Ras Negroid. Bangsa ini merupakan gelombang pertama yang berimigrasi ke Indonesia dan berasal dari daratan Asia tepatnya di Yunan Utara bergerak menuju ke Selatan memasuki daerah Hindia Belakang (Vietnam)/Indochina dan terus ke Kepulauan Indonesia. Bangsa Melanisia/Papua Melanosoide yang merupakan Ras Negroid memiliki ciri-ciri antara lain kulit kehitam-hitaman, badan kekar, rambut keriting, mulut lebar dan hidung mancung. Bangsa ini sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa keturunannya seperti Suku Sakai/Siak di Riau, dan suku-suku bangsa Papua Melanosoide yang mendiami Pulau Irian dan pulau-pulau Melanesia.
Zaman mesolitikum meninggalkan hasil kebudayaan. Hasil kebudayaannya antara lain :

1.       Pebble (kapak genggam)
Biasa disebut dengan kapak Sumatera karena kapak ini paling banyak ditemukan lokasinya di pesisir timur Sumatera yaitu antara Langsa dan Medan. Para arkeolog menyebutnya dengan pebble. Terbuat dari batu kali yang dipecah atau dibelah. Sisi luarnya yang sudah halus dibiarkan, sedangkan sisi dalamnya dikerjakan lebih lanjut, sesuai kebutuhan.

2.       Hache cource (kapak pendek)
Kapak ini hanya ada di zaman mesolitikum. Bentuknya kira-kira setengah lingkaran, dan seperti halnya kapak genggam dibuat dengan memecahkan batu, dan tidak diasah. Bagian yang tajam terdapat pada sisi lengkung.

3.       Pipisan (batu-batu penggiling)
Di bukit-bukit kerang (kjjokenmoddinger) ditemukan  batu-batu penggiling beserta landasannya. Pipisan  ini ternyata tidak hanya digunakan untuk menggiling makanan tetapi digunakan juga untuk menghaluskan cat merah. Adapun kegunaan dari cat merah itu belum diteliti secara pasti, tetapi ada kemungkinan pemakaiannya berhubungan dengan  keagamaan/sihir, dimana merah merupakan darah sebagai tanda dan sendi kehidupan. Cat merah diulaskan ke badan  memiliki maksud agar bertambah kekuatan  dan tenaga hidupnya

4.       Flakes
Flakes adalah serpihan-serpihan yang terbuat dari batu-batu biasa tetapi ada juga yang dari batu berwarna/caldeson. Berbeda dengan kapak genggam, flakes ini berukuran lebih kecil dan tajam.
Peralatan ini terutama ditemukan di sekitar daerah Sangiran, Pacitan, Ngandong(Jawa), Lahat(Sumatera), Sumbawa, Sulawesi, dan Flores. Flakes ini berfungsi untuk menguliti hewan buruan,mengiris daging atau memotong umbi-umbian. Jadi fungsinya mirip dengan pisau sekarang.

5.       Sampung Bone Culture
Sampung Bone Culture merupakan istilah dari benda-benda yang terbuat dari tulang hewan. Diberi nama Sampung Bone Culture karena pertama kali ditemukan di Gua Lawa, Sampung, Ponorogo. Benda-benda dari tulang ini juga ditemukan di gua Besuki, Bojonegoro(Jawa Timur), pulau Timor dan Rote, dan di gua Leang Patae, Lomoncong,   Sulawesi Selatan yang pendukungnya adalah suku Toala yang sampai sekarang masih ada.
Alat-alat dari tulang ini digunakan untuk berburu, tidak sedikit yang digunakan sebagai mata anak panah.

6.       Lukisan dinding
Pada zaman mesolitikum ditemukan lukisan di sekitar Teluk Triton dan Teluk Bisyari, Distrik/Kecamatan Kaimana atau di sekitar Kampung Maimai, Sisir, dan Namatota. Lukisan-likisan ini masih menyimpan misteri dan keunikan yang seakan menceritakan suatu jaman dengan suatu kehidupan tertentu. Daya tarik Kaimana Rock Painting ini terletak pada letak dan bahan pewarna yang digunakan. Letak lukisan-lukisan ini terdapat pada tebing-tebing batu yang tinggi dan secara akal sehat manusia tidak mungkin dijangkau-apalagi teknologi jaman itu. Bahan cat atau pewarna yang digunakan hingga kini masih misteri, umumnya lukisan-lukisan ini berwarna merah darah dan hingga hari ini tak pudar dimakan jaman.
Lukisan dinding di Kaimana memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dengan lukisan dinding yang terdapat di Kokas dan Raja Ampat, terutama dari segi kekayaan motifnya. Jika di Kokas dan Raja Ampat umumnya bermotif tapak tangan (finger-print), di Kaimana bukan saja finger print tapi ada lukisan ikan, binatang, tengkorak, matahari.

Gallery                

absis sous roche (commons.wikimedia.org)
               
Pebble (jawara1.wordpress.com)
sampung bone culture (tamanmacah.blogspot.com)

pipisan (ucocompact.blogspot)

lukisan dinding gua (ferdi2end.blogspot.com)


kkjokenmoddinger (akademi-kuliah.blogspot.co.id)















sumber                                                              
http://kakakpintar.com/pengertian-ciri-ciri-zaman-mezolitikum-manusia-pendukung-serta-hasil-kebudayaan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Mesolitikum
http://sejarahsenirupa.blogspot.co.id/2012/06/kesenian-indonesia-zaman-mesolitikum.html



Life Experience - Farewel Trip With Xeracion De Seis

                15 tahun sudah aku hidup di muka bumi. Bukan watu yang sebentar, tapi belum pantas untuk dibilang lama. Pengalaman yang didapat mungkin baru segelas air dari lautan yang begitu luas. Pahit manisnya dunia yang kurasakan belum seberapa, tapi ketika mengalaminya seolah kita sudah tahu semua isi dunia.
                Salah satu peristiwa yang paling membahagiakan itu. Ah, membayangkannya saja sudah buat senyum di bibir ini merekah. Mungkin terlihat sepele, tapi entah kenapa ini selalu membuatku bahagia saat mengingatnya.
                Kejadian ini berlangsung ketika aku kelas 9 SMP. Detik detik terakhir keberadaanku di jenjang SMP. Untuk sekolah ku yang hanya punya satu kelas di setiap level, aku akan selalu sekelas dengan orang yang sama selama tiga tahun. Saat itu tahun terakhirku. Entah berapa banyak kenangan yang kami buat. Bercanda, tertawa, tersenyum, marah, bahkan menangis. Banyak sekali hal yang membahagiakan bersama mereka. Sekelas selama tiga tahun bagaimana tidak. Untung saja aku tidak muntah karena melihat muka mereka setiap hari. Hahaha.
                Hari itu 13 Mei 2015. Hari yang sudah ditunggu – tunggu. Hari ini kami akan melakukan perjalanan menuju ke daerah Bogor. Perjalanan ini dalam rangka perpisahan sahabat yang sudah 3 tahun bersama ini. Acara ini berlangsung selama 2 hari. Hari pertama kami pergi ke Curug Nangka. Dan ini dia puncak acaranya, mendaki Gunung Salak untuk sampai ke Kawah Ratu. Bagiku, ini pertama kalinya aku naik gunung. Hal ini sudah kuimpikan sejak lama. Ibuku adalah seorang pendaki gunung saat dulu. Banyak foto nya yang membuatku iri dan ingin segera merasakan sensasi berada di ketinggian ribuan meter diatas permukaan laut.
                Hari pertama, akibat jam karet yang dimiliki sebagian besar warga Indonesia, keberangkatan yang seharusnya pukul 7 mundur jadi jam 9 pagi. Alhasil saat sampai di Curug Nangka matahari sudah sangat condong ke Barat. Istilah kerennya “kesorean” wkwk. Kami bermain dan berfoto disana. Kalau dihitung hitung kami disana hanya sekitar 1 jam. Beberapa temanku merasa kecewa dan mengeluh pada guruku. “Kurang kuraang” ujar mereka.
                Perjalanan dilanjutkan menuju tempat penginapan. Ah tidak, terlalu keren. Tempat kami menginap? Ah apa saja lah. Kami menginap di rumah guruku. Guruku punya rumah di daerah kami. Muat ya di rumah? Ah aku belum menjelaskannya kah? Jumlah murid di kelasku hanya 14 orang. Ditambah guru 5 orang jadi total 19 orang. Tidak mungkin tidak muat kan? Anak perempuan tidur di kamar sedangkan anak laki – laki memilih tidur diluar beralaskan karpet. Mau tahu alasannya? Liga champion. Kalau tidak salah malam itu akan ada pertandingan yang cukup seru. Entah apa aku tak mengerti. Maka dari itu mereka memilih tidur di luar agar bisa menonton TV sambil tidur.
                Fajar datang menyingsing. Kami bangun lalu melaksanakan sholat shubuh berjamaah. Setelah itu beberapa mandi ada juga yang melanjutkan tidurnya yang lain menonton TV. Sekitar pukul setengah 7 tukang bubur ayam lewat di depan rumah. Kami pun sarapan dengan bubur ayam. Mempersiapkan diri untuk perjalanan panjang yang akan dilalui.
                Tepat pukul 8 kami keluar rumah. Naik ke mobil untuk menuju tujuan kami selanjutnya, Gunung Salak. Di perjalanan para lelaki tertidur dengan damainya. Tentu kalian tahu mengapa. Rasa penasaran terus menghantui sepanjang jalan. Raga ini seolah tak sabar ingin segera mencapai tujuan.
                Sampailah kami disana. Tidak butuh waktu lama, hanya 15 menit. Disana kami dipandu seorang pemandu yang akan membawa kami sampai ke Kawah Ratu. Perjalanan dimulai. Baru berjalan dari tempat parkir ke gerbang masuk yang jaraknya sekitar 500 meter, temanku sudah banyak yang mengeluh. Guruku pun seolah menyindir kami. “Yang minta kesini siapa? Masa baru segini udah capek” ujarnya. Kata – kata itu seperti pecut bagi kami. Angkatan ku berisi orang – orang yang bisa dibilang bandel dan susah sekali diberi masukan. Karena itu, merekaa seolah diberi sihir dan langsung semangat.
                Perjalanan yang kami tempuh sekitar 4 KM jauhnya. Dengan medan yang becek dan tidak ada ojek. Bukan hal yang mudah untuk mencapai tujuan. Untung saja di perjalanan temanku selalu berusaha mencairkan suasana. Entah itu berlaku aneh atau membuat celetukan – celetukan lucu.
                Setelah kurang lebih 3 jam berjalan, kami sampai juga di Kawah Ratu. Indah. Anugrah tuhan yang patut dijaga dan dilestarikan. Kami hanya diberi waktu 30 menit disana karena gas beracun yang ada di kawah. Kami berfoto. Mengabadikan kenangan yang tidak mungkin terulang. Mengabadikan detik – detik kebersamaan kami.
Ada perasaan sedih terselip di hati ini bagaimana kami kedepannya? Apakah kelak kami akan tetap seperti ini. Ini menjadi salah satu pengalaman yang menyesakkan. Menyadari bahwa waktu kami hanya tinggal sebentar lagi. 2 temanku akan pindah ke daerah lain. Sulit rasanya untuk mengadakan reuni. Aku? Tinggal di asrama.
Mengingat akan kehilangan guru – guru yang kebaikannya tak terhingga. Guru – guru yang akan sulit menemukan guru sebaik mereka di tempat lain selama perjalanan turun itu yang ku pikirkan. Pikiran itu seolah menutup kenangan indah yang telah terukir tadi. Sempat kutetekan beberapa bulir air mata saat turun. Untung waktu itu hujan turun. Yah sebetulnya bukan untung. Tapi karena sedang menangis jadi hujan adalah suatu keuntungan.
Saat sampai dibawah aku langsung menuju musholla lalu tidur di salah satu pojoknya. Tidak enak ya. Mengakhiri perjalanan bahagia dengan tangisan. Jadi bisa dibilang pengalaman  ini bercampur. Antara sangat bahagia dan sangat sedih.
Setelah tidur beberapa saat kami berganti pakaian untuk kembali pulang ke rumah. Saat di mobil semua orang terlelap. Tapi aku terjaga. Entah kenapa tidak ingin mengakhiri ini semua. Ingin rasanya mengulang hari dan kembali seperti semula. Tapi kami semua bertambah tua. Seiring waktu ada kewajiban lain yang harus kami lakukan. Melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya salah satunya.
Perjalanan ini hanya sebentar. Tepi kenangan yang tersimpan dalam hati ini akan abadi. Sejauh apapun kalian pergi kuyakin kelak kita akan bertemu kembali. Entah sebagai apa. Entah siapa kita kelak.

“True Friends are Always Together In Spirit”

Xeracion De Seis